SUMENEP, RadarMadura id - Kota Keris memiliki banyak peninggalan sejarah. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo pun menaruh perhatian khusus terhadap cagar budaya.
Khusus tahun ini Pemkab Sumenep mengalokasikan dana Rp 400 juta untuk perawatan dan pelestarian cagar budaya.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, tidak semua daerah memiliki peninggalan sejarah dengan jumlah yang cukup banyak.
Karena Sumenep memiliki warisan leluhur yang cukup banyak, maka eksistensinya harus dijaga dan dilestarikan.
“Jangan sampai ada cagar budaya yang dirobohkan atau dihilangkan,” katanya.
Menurut Fauzi, saat ini Pemkab Sumenep tengah fokus melakukan pembenahan terhadap bangunan cagar budaya. Namun, tetap mempertahankan orisinalitas bangunan.
Sehingga, keberadaannya tetap kokoh meskipun sudah berumur ratusan tahun.
“Kalaupun misalnya ada pembenahan, tetap harus sesuai dengan kondisi awal, tidak mengubahnya," ucapnya.
Fauzi menuturkan, pemkab tahun ini menyediakan dana ratusan juta untuk perawatan dan pelestarian cagar budaya.
Itu sebagai bukti keseriusan pemkab untuk mempertahankan peninggalan sejarah.
Namun, anggaran yang tersedia diakui masih belum sebanding dengan jumlah peninggalan sejarah.
“Anggaran sebesar Rp 400 juta itu mungkin tidak sebanding dengan jumlah situs yang ada di Sumenep," imbuhnya. (iqb/yan)
Editor : Amin Basiri