Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Empat Rekanan Rebutan Proyek Jalan Lingkar Bandara, Komisi III: Proses Lelang Harus Transparan dan Terbuka

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 13 Mei 2026 | 08:56 WIB
PROYEK LANJUTAN: Lokasi proyek jalan lingkar bandara yang berlokasi di Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa (12/5). (MOH. IQBAL/JPRM)
PROYEK LANJUTAN: Lokasi proyek jalan lingkar bandara yang berlokasi di Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa (12/5). (MOH. IQBAL/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Proyek pembangunan jalan lingkar bandara di Kabupaten Sumenep masuk tahap lelang. Sebanyak 19 rekanan mengunduh dokumen proyek itu.

Namun, hanya empat yang mengajukan penawaran pada proyek dengan pagu anggaran Rp 2,6 miliar tersebut.

Empat rekanan tersebut yaitu CV Linggis Nusantara yang menawar senilai Rp 2.363.323.274.

Lalu CV Putra Gilang mengajukan penawaran Rp 2.491.992.625 dan CV Mata Air Indah mengajukan penawaran Rp 2.536.633.048.

Baca Juga: Yamaha R9 2026 Hadir dengan DNA Balap Kuat, Mesin Responsif dan Fitur Elektronik Canggih Jadi Senjata Andalan

Terakhir, CV Asri Karya mengajukan penawaran Rp 2.586.525.439. Proses lelang proyek itu memasuki tahap evaluasi administrasi, kualifikasi teknis, dan harga.

Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri menyatakan, pemilihan rekanan harus dilakukan secara selektif.

Panitia lelang tidak boleh memilih rekanan yang memiliki rekam jejak buruk.

Maka dari itu, setiap dokumen persyaratan yang disodorkan peserta lelang harus diperiksa secara teliti.

”Dari awal sudah saya ingatkan proses lelang harus dilakukan secara transparan dan terbuka agar tidak salah pilih kontraktor,” katanya.

Politikus PKB Sumenep tersebut mengatakan, proses pengerjaan segera dilakukan setelah lelang tuntas.

Sebab, biasanya pengerjaan proyek banyak dilakukan menjelang akhir tahun. Sehingga, memengaruhi kualitas pembangunan yang dihasilkan.

”Kita ingin proyek pemerintah pengerjaannya dimulai di awal. Karena jika dikerjakan di akhir, biasanya terancam molor. Sehingga, berpotensi pengerjaannya sembarangan karena mengejar waktu,” tegas Muhri.

Baca Juga: Resep Turun-Temurun: Sambal Goreng Slide dan Kentang yang Super Lezat

Muhri juga mengingatkan proses pengawasan pengerjaan proyek dimaksimalkan. Itu untuk menghindari adanya kesalahan pengerjaan di lapangan.

”Pengawasan yang ketat itu sangat penting, agar pengerjaannya itu sesuai dengan RAB (rencana anggaran biaya),” imbuhnya.

Kabid Bina Marga Dinas PUTR Sumenep Salamet Supriyadi memaparkan, pagu anggaran proyek lingkar Rp 2,6 miliar.

Anggaran jumbo tersebut diprediksi hanya cukup untuk pembangunan jalan sepanjang 400 meter.

”Ini proyek lanjutan, sama seperti tahun sebelumnya,” ucapnya.

Pembangunan jalan lingkar bandara tidak bisa tuntas tahun ini. Sebab, anggaran yang disiapkan Pemkab Sumenep sangat terbatas.

Sementara panjang jalan yang harus dibangun mencapai 1,2 kilometer.

”Jadi nanti tersisa 400 kilometer lagi untuk bisa tembus ke sisi timur. Kalau dihitung dengan yang tahun ini sudah 800 meter yang dibangun,” imbuh Supriyadi. (iqb/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#transparan dan terbuka #empat rekanan #jalan lingkar bandara #proses lelang #komisi iii