SUMENEP, RadarMadura.id – Perbedaan harga LPG 3 kilogram di Kabupaten Sumenep daratan dan kepulauan cukup signifikan.
Buktinya, harga gas melon di daratan dijual sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per tabung.
Sedangkan di kepulauan, harganya menembus Rp 28 ribu–Rp 33 ribu.
Aisiyah, penjual LPG 3 kilogram asal Kecamatan Masalembu itu menyatakan, dalam dua pekan terakhir pasokan LPG bersubsidi di wilayahnya kembang kempis.
Baca Juga: Pangkalan Jual LPG Melon di Atas HET
Biasanya, Aisiyah menerima pasokan sekitar 40 hingga 50 tabung.
”Tapi dalam dua bulan terakhir pasokan menurun drastis, saya hanya menerima stok sekitar 10 hingga 20 tabung,” ujarnya.
Saat ini dirinya masih menjual gas melon seharga Rp 30 ribu per tabung kepada warga.
Bahkan, beberapa penjulan lain mematok harga Rp 32 ribu. ”Kalau harga dari pangkalan kita ngambilnya tetap Rp 28 ribu,” ungkapnya.
Dia mengaku tidak tahu penyebab berkurangnya pasokan tabung gas ke wilayah kepulauan.
Tetapi biasanya, ketersediaan gas melon dipengaruhi cuaca buruk. Sebab, banyak kapal yang tidak bisa berlayar.
”Tapi saat ini kapal normal, rutin berlayar setiap minggu,” ungkapnya.
Warga Kecamatan Arjasa Tamam menyatakan, pasokan gas melon di Pulau Kangean masih normal.
Meskipun harganya jauh lebih mahal dibandingkan di Sumenep daratan. ”Kalau di sini harganya kisaran Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per tabung,” ucapnya.
Sedangkan pemilik toko kelontong di Kecamatan Batang-Batang Syaurur Rofi memaparkan, distribusi LPG di wilayahnya tersendat.
Baca Juga: BRI Perkuat Pembiayaan Berkelanjutan, Social Loan Tembus Rp 718,8 Triliun hingga Maret 2026
Sebab, pihaknya cuma menerima mengiriman sekitar 15 hingga 20 tabung dari pangkalan.
”Saya mendapatkan pasokan dari pangkalan dengan harga Rp 18 ribu per tabung, kemudian saya jual kembali kepada pembeli seharga Rp 22 ribu,” ungkapnya.
Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar menjelaskan, harga gas melon di wilayah daratan dan kepulauan memang tidak sama.
Meskipun harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kilogram ditetapkan Rp 18 ribu per tabung.
Sementara HET di wilayah kepulauan berbeda-beda. Yakni, menyesuaikan dengan kondisi geografis serta biaya distribusi ke masing-masing pulau.
”Bergantung biaya pengangkutan,” terangnya.
Saat ini harga LPG subsidi di kepulauan sekitar Rp 22 ribu hingga Rp 26 ribu per tabung.
Sedangkan harga tertinggi berada di Kecamatan Masalembu yang mencapai Rp 28 ribu per tabung.
Perbedaan harga tersebut dipengaruhi jarak tempuh distribusi serta tambahan biaya angkut menuju masing-masing wilayah.
Dadang mengeklaim telah melakukan pemantauan ke sejumlah stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE), agen, hingga pangkalan. Tujuannya, untuk memastikan ketersediaan pasokan.
Hasilnya, stok LPG subsidi di Kabupaten Sumenep dipastikan dalam kondisi aman.
Dia mengakui saat ini konsumsi LPG mengalami peningkatan seiring momentum keberangkatan jemaah haji.
Baca Juga: Dijadwal Hari Ini, Sidang Putusan Kasus yang Membelit Matjari
Meski demikian, kondisi tersebut dipastikan tidak mengganggu ketersediaan pasokan.
”Untuk sekarang ini kan momen masyarakat naik haji, jadi ada tambahan pemakai, tapi stoknya tetap aman,” ucapnya.
Rantai pasokan LPG subsidi di Sumenep dari SPBE ke agen dengan harga Rp 14.700 per tabung.
Sedangkan distribusi dari agen ke subagen Rp 16 ribu. Dan, distribusi ke pangkalan dipatok harga Rp 18 ribu. (tif/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti