SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi memberangkatkan calon jemaah haji (CJH) menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Pelepasan dilakukan di GOR A. Yani Sumenep oleh Wakil Bupati Imam Hasyim didampingi unsur forkopimda serta Perwakilan Kantor Kementerian Haji dan Umrah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Sumenep Kamiluddin menjelaskan, tahun ini sebnyak 1.345 jemaah dipastikan berangkat ke Tanah Suci.
Jumlah itu berkurang dari data awal sebanyak 1.354 jemaah, setelah beberapa jemaah terpaksa menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan.
”Ada jemaah yang harus menunda keberangkatan karena sakit, termasuk pendampingnya yang akhirnya juga tidak bisa berangkat,” jelasnya.
Menurutnya, total terdapat 22 jemaah yang batal berangkat tahun ini. Sebagian karena sakit dan sebagian lainnya karena meninggal dunia.
Jemaah yang batal berasal dari sejumlah kecamatan, di antararanya Kecamatan Dungkek, Pragaan, dan Arjasa.
Diterangkan, jemaah haji asal Sumenep terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 77, 78, 79, dan 81.
Proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap dalam satu hari, dimulai kloter 77 pada pukul 03.00 WIB, kloter 78 pukul 10.00 WIB, kloter 79 pukul 13.30 WIB, dan kloter 81 pukul 16.00 WIB.
”Keberangkatannnya nanti ke Tanah Suci menyesuaikan jadwal masing-masing kloter,” terangnya.
Kamiluddin mengungkapkan, guna mendukung kelancaran perjalanan menuju Surabaya, Pemkab Sumenep menyiapkan sembilan unit bus untuk masing-masing kloter penuh, yakni kloter 77, 78, dan 79.
Sementara kloter 81 yang merupakan kloter gabungan hanya menggunakan enam bus.
”Setiap perjalanan ke Surabaya kami kawal dengan patwal, ambulans, dan tenaga kesehatan di setiap bus, serta konsumsi selama perjalanan,” ungkapnya.
Menurutnya, pelayanan kesehatan selama perjalanan dari Sumenep menuju Surabaya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Karena itu, selain ambulans di setiap kloter, tenaga medis juga ditempatkan di masing-masing bus sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat di perjalanan.
”Kami harap jemaah dapat menjaga kondisi fisik dan mematuhi seluruh aturan selama menjalankan ibadah, jaga sikap dan nama baik Sumenep selama berada di Tanah Suci,” pintanya. (tif/han)
Editor : Amin Basiri