SUMENEP, RadarMadura.id– Dugaan penyaluran menu tidak layak konsumsi kembali mencuat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep.
Kali ini, sorotan tertuju pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Pragaan Prenduan di bawah naungan Yayasan Al-Azhar.
Menu yang diterima siswa pada Selasa (5/5) diduga dalam kondisi basi sehingga memicu keluhan dari penerima manfaat.
Informasi tersebut mencuat setelah video berdurasi 17 detik yang diunggah akun TikTok @ekowahyudi23083 beredar luas dan menjadi perhatian publik di berbagai platform media sosial.
Dalam rekaman tersebut, seorang ibu-ibu mengeluhkan kondisi makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi. Dalam video itu fitunjukkan nasi dan selada sudah disalin ke dalam plastik karena sudah basi.
Menu MBG yang dibagikan diketahui terdiri atas ayam goreng, tempe goreng, sayur selada dan kubis, tiga butir anggur, nasi putih, serta kuah soto. Dalam video itu, terdengar keluhan dari orang tua siswa penerima manfaat.
Mereka mempertanyakan kualitas lauk yang diterima karena hanya mendapatkan bagian leher ayam.
Tidak hanya itu, nasi yang disalurkan juga disebut sudah basi sehingga tidak dapat dikonsumsi dan akhirnya dibuang.
”Kok saya ini hanya dikasih leher (ayam) dan nasinya basi ini cuma dibuang. Ini basi semua nasinya jadi cuma dibuang,” katanya dalam video tersebut.
Video itu sontak menuai berbagai komentar dari para penerima lainnya. Salah satunya disampaikan oleh akun Tiktok dengan username @mami.iis.
”Tadi juga hari Selasa nasinya bau, mungkin masih panas ditutup jadi bikin nasi bau, ke depan MBG-nya kok semakin gak karuan, gimana tingkatkan mutu kualitas makanan, eman kalau dibuang-buang mubadzir, untung di rumah ada ayam makan MBG juga,” katanya saat mengomentari video tersebut.
Kepala SPPG Sumenep Pragaan Prenduan Syaiful Bahri Arif mengakui menu MBG yang viral di media sosial itu berasal dari dapur yang dikelolanya.
Meski begitu, dia mengaku hingga Rabu (6/5) pihaknya masih belum menerima laporan resmi dari sekolah penerima terkait makanan basi tersebut.
”Informasinya itu di Al-Amien Tegal katanya, tapi saat kami konfirmasi ke pihak sekolah, tidak ada keluhan katanya,” akunya.
Dia menuturkan, setelah video itu viral, pihaknya langsung melakukan konfirmasi ke berbagai sekolah penerima.
Hasilnya, kata dia, tidak ditemukan ada keluhan terkait menu yang disalurkan dapur yang beralamat di Jalan Raya Guluk-Guluk Prenduan Dusun Pesisir, RT 002, RW 001, Kecamatan Pragaan, Sumenep, tersebut.
”Saya konfirmasi ke setiap sekolah itu tidak ada keluhan, biasanya kalau ada keluhan atau ada apa-apa langsung ke saya pihak sekolahnya. Kemarin itu tidak ada sama sekali, kalau ada keluhan dari pihak sekolah itu biasanya langsung kami ganti,” ucapnya.
Karena tidak ada laporan, pihaknya tidak melakukan tindakan apa-apa atas viralnya menu yang disebut basi tersebut.
”Kemungkinan itu wali santri, harapan saya kalau memang ada keluhan disampaikan langsung ke pihak sekolah, biar mereka langsung menyampaikan ke kami, biar bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.
Terkait menu yang menyajikan leher ayam, Syaiful beralasan ada kekeliruan dari relawan saat menaruh makanan ke ompreng.
”Kami pasti ada kekeliruan sedikitlah, mungkin satu sampai dua porsilah mungkin yang salah, salah menaruhlah dari pekerja kami,” tandasnya. (tif/luq)
Editor : Amin Basiri