Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DKPP Sumenep Percepat Swasembada Pangan, Genjot Penanaman Padi melalui Program Oplah

Amin Basiri • Rabu, 6 Mei 2026 | 08:54 WIB
PROGRES: Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid (empat dari kanan) menunjukkan bibit dalam kegiatan tanam padi serentak di Kecamatan Ambunten, Sumenep.
PROGRES: Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid (empat dari kanan) menunjukkan bibit dalam kegiatan tanam padi serentak di Kecamatan Ambunten, Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep terus mendorong percepatan penanaman padi di wilayah Kota Keris.

Program itu merupakan bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian dan mendukung target swasembada pangan nasional. 

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan, kegiatan penanaman padi dilakukan di beberapa titik wilayah pertanian yang intensitas tanaman berpotensi ditingkatkan. Salah satunya melalui program optimalisasi lahan (oplah) 2026. 

Dia menjelaskan, program optimalisasi lahan merupakan inovasi pemerintah pusat untuk memaksimalkan lahan sawah yang sebelumnya hanya mampu ditanami satu kali dalam setahun.

Melalui intervensi tersebut, indeks pertanaman (IP) diharapkan meningkat dari IP 100 menjadi IP 200.

”Lahan yang sebelumnya hanya satu kali tanam dalam setahun, kami dorong menjadi dua kali tanam. Harapannya, produktivitas pertanian bisa meningkat,” jelasnya. 

Dia menuturkan, momentum musim hujan dimanfaatkan untuk mendorong petani kembali menanam padi, terutama pada lahan yang memiliki tingkat kesuburan baik dan ketersediaan air cukup. Dengan begitu, peluang peningkatan hasil produksi cukup besar.

”Gerakan tanam yang dilakukan saat ini bukan semata kegiatan seremonial, melainkan upaya agar capaian produktivitas pertanian terarah. Dengan demikian, kontribusi sektor pertanian terhadap program swasembada pangan bisa terlihat secara nyata,” tuturnya.

Pejabat yang akrab disapa Inung itu menargetkan, realisasi tanaman padi sepanjang 2026 mencapai 36 ribu hektare.

Dia optimistis target tersebut dapat terealisasi seiring dukungan musim hujan, kesiapan lahan, serta semangat petani dalam meningkatkan produksi pangan daerah.

Melalui percepatan tanam dan optimalisasi lahan tersebut, dia berharap produktivitas pertanian di Kota Keris meningkat.

Dengan begitu, dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.

”Kami sangat optimis target 36 ribu hektare itu dapat tercapai tahun ini,” tandasnya. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri
#penanaman padi #dkpp sumenep #Pertanian