SUMENEP, RadarMadura.id – Rencana peningkatan status Puskesmas Pembantu (Pustu) Giliraja menjadi puskesmas induk belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
Penyebabnya, kondisi angaran Pemkab Sumenep belum memungkinkan.
Diperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp 6 miliar.
Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep Moh. Nur Insan mengatakan, pembangunan fisik Pustu Giliraja di lokasi baru sebenarnya sudah dimulai sejak 2024.
Namun, anggaran yang tersedia saat itu hanya Rp 1,3 miliar.
"Pada 2025 ini kami juga melakukan pemasangan paving halaman dan pembangunan pagar," katanya.
Dia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat pembangunan fisik tidak bisa dilakukan secara menyeluruh.
Padahal, untuk memenuhi standar sebagai puskesmas induk dibutuhkan bangunan yang representatif dengan biaya cukup besar.
"Untuk pembangunan fisik agar layak menjadi puskesmas induk itu setidaknya membutuhkan anggaran hingga Rp 6 miliar," ujarnya.
Menurut Nur Insan, perubahan status Pustu Giliraja menjadi puskesmas induk dipastikan belum dapat terealisasi tahun ini.
Pemerintah masih harus menunggu hingga pembangunan fisik memenuhi standar yang ditetapkan.
"Kami akan upayakan secepat mungkin agar statusnya bisa naik dari pustu menjadi puskesmas," tuturnya.
Dia menambahkan, peningkatan status tersebut tidak hanya bergantung pada kesiapan bangunan fisik.
Fasilitas pendukung seperti kelengkapan alat kesehatan juga harus tersedia dan membutuhkan anggaran tambahan.
"Secara bertahap kebutuhan anggarannya akan kami ajukan, termasuk untuk alat kesehatan dan kebutuhan lainnya," tandasnya. (iqb/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti