SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep mempercepat evaluasi program penyakit tidak menular (PTM).
Langkah tersebut sebagai langkah strategis meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasah menjelaskan, evaluasi tersebut dilakukan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program PTM di masing-masing puskesmas.
Evaluasi mencakup pelaporan kegiatan, pelaksanaan program, hingga inovasi yang dilakukan puskesmas dalam meningkatkan pelayanan.
Menurut dia, evaluasi rutin biasanya digelar setiap tahun. Namun, kali ini dipercepat untuk merespons implementasi program tambahan.
Baca Juga: Dinkes Sumenep Periksa Kesehatan Armada Bus dan Penumpang
"Ada program tambahan, yakni cek kesehatan gratis (CKG) yang telah berjalan sejak 2025, tetapi belum maksimal," terangnya.
Ellya mengungkapkan, salah satu tantangan utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama saat tidak merasakan keluhan.
"Karena itu, melalui evaluasi ini, kami ingin mendorong masyarakat lebih proaktif datang ke puskesmas, tidak harus menunggu sakit," tegasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, puskesmas diminta melakukan berbagai inovasi berbasis jemput bola.
Salah satunya dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di titik-titik strategis, termasuk di masjid saat waktu subuh yang dinilai efektif menjangkau masyarakat.
Dia menambahkan, pihaknya juga memperkuat upaya deteksi dini dengan melakukan skrining PTM bagi seluruh pegawai internal selama dua hari.
Langkah itu menjadi bagian dari prioritas dalam beberapa bulan ke depan sesuai arahan kepala daerah.
Instruksi tersebut telah disampaikan kepada seluruh puskesmas agar diterapkan di wilayah kerja masing-masing.
Dengan demikian, tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga tenaga kesehatan mendapatkan pemeriksaan rutin.
"Deteksi dini sangat penting untuk mengetahui potensi penyakit sejak awal, baik pada masyarakat maupun tenaga kesehatan itu sendiri," tandasnya.
Sebagai informasi, evaluasi PTM tersebut diikuti 62 peserta yang terdiri dari 31 kepala puskesmas dan 31 pemegang program PTM dari wilayah daratan maupun kepulauan.
Kegiatan itu digelar di De Baghraf Hotel Sumenep, Selasa (21/4). (tif/han)
Editor : Amin Basiri