Harga LPG Melon di Wilayah Kepulauan Meroket, Tembus Rp 35 Ribu Per Tabung

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Minggu, 12 April 2026 | 11:01 WIB
DIPANTAU: Kapolres AKBP Anang Hardiyanto dan Kabag Perekonomian SDA Sumenep Dadang Dedy Iskandar bersama tim memantau stok LPG di SPBE Sumenep pada Rabu (1/4). (ANDRE UNTUK JPRM)
DIPANTAU: Kapolres AKBP Anang Hardiyanto dan Kabag Perekonomian SDA Sumenep Dadang Dedy Iskandar bersama tim memantau stok LPG di SPBE Sumenep pada Rabu (1/4). (ANDRE UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Harga LPG 3 kg di Sumenep tidak merata. Untuk wilayah daratan dijual Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu.

Berbeda dengan wilayah kepulauan terluar di Kota Keris. Saat ini harganya meroket tembus Rp 35 ribu. 

Halimatus, warga Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, mengatakan, harga LPG 3 kg di daerahnya memang tidak pernah stabil.

Harganya kerap berubah setiap saat. Belakangan harganya sangat meroket.

Baca Juga: Mobil 7 Seater Paling Jarang Rewel Tahun 2026 Ini Pilihan Terbaik untuk Keluarga Indonesia yang Butuh Nyaman dan Tangguh

”Sekarang harganya Rp 35 ribu. Itu sudah naik dari harga normal beberapa minggu lalu. Biasanya harganya hanya Rp 25 ribu sampai Rp 28 ribu,” katanya.

Dia menjelaskan, dirinya juga tidak mengetahui secara pasti faktor kenaikan harga LPG melon tersebut.

Biasanya kenaikan harga itu dipicu kapal yang tidak bisa berangkat karena faktor cuaca. 

”Pernah waktu itu, saat kapal tidak bisa berangkat, harganya tembus Rp 100 ribu,” terangnya.

Sementara itu, warga Desa Giring, Kecamatan Manding, Lisa menyatakan, harga LPG 3 kg memang mengalami kenaikan. Biasanya berkisar Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu. Sekarang harganya naik.

”Kemarin (11/4), saya beli harganya Rp 21 ribu,” tuturnya. 

Terpisah, Kabag Perekonomian dan SDA Sumenep Dadang Dedy Iskandar membenarkan jika harga LPG di daerah kepulauan dan daratan tidak sama.

Hal itu dipengaruhi jarak tempuh dan alat transportasi yang digunakan. Di daerah kepulauan biayanya relatif lebih mahal.

Baca Juga: Rekomendasi Motor Listrik Anti Ngeden di Tanjakan 2026 dari Gesits hingga Polytron Cocok untuk Jalanan Indonesia

”Yang jelas untuk harga eceran tertinggi (HET) di pangkalan daratan, LPG 3 kilogram Rp 18 ribu. Untuk wilayah kepulauan memang lebih mahal karena biasanya ada tambahan distribusi,” bebernya.

Dadang mengeklaim, selama ini sudah aktif melakukan pemantauan harga ke sejumlah stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE), pangkalan, dan pengecer.

Dirinya berjanji akan lebih meningkatkan pengawasan untuk memantau harga LPG subsidi tersebut. 

”Yang jelas untuk stok dipastikan aman. Kuota gas LPG 3 kg di Kabupaten Sumenep tahun 2026 ditetapkan sebesar 27.870 metrik ton (MT) oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM,” imbuhnya. (iqb/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
Rp 35 ribu harga meroket lpg melon kepulauan