Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa Rantau di Malang Tetap Tenang Berobat dengan JKN

H
Penulis: Hendriyanto❯
Avifah Dwi Cahyani, mahasiswa asal Pamekasan yang menempuh SI di Malang.
Avifah Dwi Cahyani, mahasiswa asal Pamekasan yang menempuh SI di Malang.

Advertisement

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Menjalani kehidupan sebagai mahasiswa rantau membuat Avifah Dwi Cahyani (24), yang akrab disapa Vivi, dituntut hidup mandiri, termasuk menjaga kesehatan di tengah kesibukan perkuliahan.

Saat menempuh pendidikan di Malang, Vivi sempat mengalami gangguan kesehatan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang terdaftar di Pamekasan, Vivi tidak menyangka kepesertaannya tetap dapat digunakan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan di luar daerah asal.

Advertisement

Pengalaman tersebut membuatnya merasa tenang karena bisa memperoleh pelayanan medis di Malang tanpa khawatir dengan biaya selama menjalani rawat inap.

“Waktu itu saat saya kuliah di Malang dan kondisi Kesehatan saya cukup parah karena Demam Berdarah Dengue (DBD), kemudian langsung diantar ke rumah sakit yang ada di daerah Malang untuk mendapatkan perawatan. Saya merasa tenang karena saya tetap bisa mendapatkan pelayanan meskipun BPJS saya terdaftar di Pamekasan,” ujar Vivi, Jumat (4/9).

Vivi menjalani rawat inap selama kurang lebih 10 hari hingga kondisi kesehatannya membaik. Selama dirawat, dia mendapat pemeriksaan rutin dari dokter dan perawat, obat-obatan, serta kebutuhan makan khusus selama menjalani perawatan di rumah sakit.

“Selama dirawat, setiap hari itu kondisi saya dicek dokter dan perawat, diberikan obat, dan juga mendapatkan makan khusus selama di rumah sakit. Pelayanannya juga baik dan saya merasa terbantu karena bisa mendapatkan perawatan sampai kondisi saya membaik,” ujar Vivi, Jumat (4/9).

Bagi Vivi, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa Program JKN memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat, termasuk mahasiswa yang harus tinggal jauh dari daerah asal.

Pengalaman mendapatkan perawatan di Malang juga membuatnya semakin memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat dan memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif.

“Saya berharap BPJS Kesehatan tetap meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan kemudahan bagi seluruh peserta dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Saya juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksa kepesertaan JKN agar tetap aktif. Karena kita tidak tahu kapan sakit, jadi lebih baik pastikan status kepesertaan JKN tetap aktif agar aman saat dibutuhkan,” ujar Vivi, Jumat (4/9). (*/dry)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence di 126 Kantor Cabang melalui CX126

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence di 126 Kantor Cabang melalui CX126

BPJS Kesehatan memperkuat standar layanan melalui CX126 di 126 Kantor Cabang untuk menghadirkan pelayanan JKN yang mudah dan solutif.

RSUD dr. H. Moh. AnwarBuka Poli Urologi, Layani Peserta BPJS Kesehatan

RSUD dr. H. Moh. AnwarBuka Poli Urologi, Layani Peserta BPJS Kesehatan

Kehadiran layanan ini menjadi langkah strategis rumah sakit daerah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialistik di Kabupaten Sumenep.

Mahasiswa Asal Sampang Rasakan Kemudahan Layanan Digital BPJS Kesehatan Lewat Mobile JKN

Mahasiswa Asal Sampang Rasakan Kemudahan Layanan Digital BPJS Kesehatan Lewat Mobile JKN

Mahasiswa asal Sampang memanfaatkan Mobile JKN untuk pindah faskes saat magang di Pamekasan. Layanan digital BPJS Kesehatan dinilai praktis dan efisien.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer