SUMENEP, RadarMadura.id - Pemerintah tengah menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Itu dilakukan untuk menghemat pengunaan bahan bakar minyak (BBM).
Merespons kebijakan tersebut, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendorong abdi negara di lingkungan kerjanya untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan.
Misalnya, menggunakan becak, sepeda engkol serta kendaraan listrik. Sebab, keberadaannya dinilai efektif untuk menghemat energi.
Itu diutamakan bagi mereka yang jarak tempuh dari rumah ke tempat kerjanya kurang lebih 5 kilometer.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menyukseskan semua kebijakan pemerintah pusat.
Salah satunya berkenaan dengan efisiensi penggunaan BBM di tengah konflik di timur tengah belum mereda.
“Kami selaku pemerintah daerah berkomitmen dalam mendukung program efisiensi energi nasional,“ katanya.
Fauzi menyampaikan, kebijakan WFH bagi ASN ini merupakan langkah yang tepat.
Selain itu, pihaknya juga mendorong ASN untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan yang menggunakan BBM.
Artinya, masyarakat harus beralih ke kendaraan yang ramah lingkungan.
“Langkah ini tidak hanya soal penghematan energi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup,” ucapnya.
Dirinya yakin, melalui langkah tersebut nanti akan memberikan dampak positif pada lingkungan.
Misalnya kualitas udara akan lebih baik dan bisa mendorong ASN untuk terbiasa melakukan gaya hidup sehat.
Jika hal tersebut diterapkan dengan serius, bisa jadi nanti Sumenep akan menjadi contoh untuk daerah lainnya.
“Dengan kombinasi WFH dan penggunaan transportasi alternatif, Pemkab Sumenep akan dapat menciptakan sistem kerja yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di masa depan,” imbuh Fauzi. (iqb/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti