SUMENEP, RadarMadura.id – Suasana Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, kemarin ramai. Ratusan warga terlihat antusias mengikuti Festival Ketupat 2026.
Peserta event kali ini berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), pelajar, hingga masyarakat umum.
Dalam festival kali ini, panitia penyelenggara mengadakan berbagai lomba. Seperti lomba menganyam ketupat dan lomba menu olahan ketupat. Khusus lomba menganyam ketupat diikuti sekitar 120 orang.
Berdasar pengamatan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), lomba menu olahan ketupat diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah, pegawai hotel, dan juru masak restoran.
Terdapat berbagai inovasi kuliner dengan cita rasa khas disajikan dalam kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudporapar) Sumenep Faruk Hanafi mengatakan, Festival Ketupat 2026 diadakan untuk kelestarian budaya lokal.
”Tujuan lainnya, untuk mempererat silaturahmi serta memupuk semangat gotong royong antarwarga,” katanya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setkab Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya menegaskan bahwa Festival Ketupat 2026 mencerminkan nilai filosofis, sosial, hingga ekonomi.
”Festival Ketupat harus dijadikan sebagai sarana untuk mempromosikan wisata, sekaligus mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” tegasnya.
Dia minta pengemasan event tersebut pada tahun-tahun mendatang dibuat lebih menarik tanpa menghilangkan kearifan lokal yang telah menjadi identitas budaya masyarakat.
”Kami mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan demi menjaga jati diri dan nilai-nilai budaya,” ulasnya.
Ferdiansyah Tetrajaya mengungkapkan, Pemkab Sumenep berkomitmen menjadikan kegiatan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.
Festival Ketupat 2026 dinilai bisa menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.
”Sehingga, bisa tetap mengenal dan mencintai budaya warisan leluhur,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti