SUMENEP, RadarMadura.id – Lonjakan belanja pada momen Lebaran kerap membuat banyak orang lupa mengontrol pengeluaran.
Fenomena ini mendorong PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) aktif mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola tunjangan hari raya (THR), sehingga tidak habis dalam waktu singkat.
Edukasi itu dengan melalui program literasi keuangan yang terus digencarkan.
Bank kebanggaan Kota Keris itu mengajak masyarakat untuk menyusun perencanaan penggunaan THR secara matang.
Sehingga, dana yang diterima tidak hanya habis untuk kebutuhan Lebaran, tetapi juga tetap menyisakan cadangan keuangan setelah hari raya.
Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Hairil Fajar menyatakan, THR sejatinya bukan hanya sekadar tambahan pendapatan untuk konsumsi sesaat.
Menurutnya, pengelolaan yang tepat akan membantu menjaga kestabilan finansial dalam jangka yang lebih panjang.
”THR bukan untuk dihabiskan begitu saja, tetapi harus dikelola secara bijak agar kondisi keuangan tetap aman setelah Lebaran,” ujarnya.
Dia menyarankan, masyarakat dapat membagi THR ke dalam empat pos pengeluaran.
Perinciannya, 40 persen dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran, seperti belanja bahan makanan dan keperluan hari raya. Lalu, 30 persen disisihkan untuk tabungan sebagai cadangan.
Selain itu, 20 persen dianjurkan untuk sedekah atau infak sebagai bentuk kepedulian sosial pada momentum Ramadan dan Idul Fitri.
Sementara 10 persen sisanya dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi atau self reward sebagai bentuk apresiasi diri.
Namun, tetap dalam batas yang wajar.
Fajar menegaskan, pola pembagian ini penting guna menjaga keseimbangan antara konsumsi, simpanan, dan tanggung jawab sosial.
Dia mengingatkan bahwa kebiasaan menghabiskan THR tanpa perencanaan dapat memicu masalah keuangan setelah Lebaran usai.
”Minimal 30 persen harus ditabung, karena bisa menjadi dana darurat untuk kebutuhan mendesak di kemudian hari,” tegasnya.
Baca Juga: Perkuat Layanan Digital UMKM, PT BPRS Bhakti Sumekar Gandeng Bank Muamalat
Fajar tidak hanya menyoroti aspek finansial. Pihaknya juga menekankan nilai keberkahan melalui sedekah.
Menurutnya, berbagi dalam momen ini tidak hanya membantu sesama, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kondisi keuangan secara keseluruhan.
”Kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan semakin meningkat, khususnya dalam mengelola pendapatan tambahan seperti THR agar tidak menimbulkan tekanan ekonomi setelah perayaan Idul Fitri,” tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri