SUMENEP, RadarMadura.id - Universitas KH. Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura menerapkan kebijakan baru menjelang dan pasca Hari Raya Idul Fitri.
Yakni menerapkan perkuliahan hybrid atau pembelajaran yang menggabungkan tatap muka di kelas dan daring (online) secara bersamaan.
Kebijakan tersebut diambil atas permintaan sejumlah mahasiwa. Sebab, mahasiwa Uniba Madura banyak yang berasal dari kepulauan dan luar Sumenep.
Dengan begitu, mahasiswa tetap bisa mengikuti perkuliahan meski sedang mudik.
Rektor Uniba Madura Rachmad Hidayat mengatakan, mahasiswa asala kepulauan dan luar Sumenep sudah mudik sebelum kampus libur.
Karena itu, kampus memutuskan untuk menerapkan sistem perkuliahan hybrid.
”Kita memfasilitasi mahasiswa perkuliahan hybrid agar yang mudik bisa tetap mengikuti perkuliahan secara online,” katanya.
Meski pasca lebaran kampus masuk, sebagian mahasiswa tidak bisa langsung kembali ke kampus karena terkendala alat transportasi.
Karenanya, kebijakan perkuliahan hybrid diberlakukan hingga satu minggu pasca lebaran.
”Jadi, dosen itu tetap mengajar secara ofline untuk melayani mahasiwa yang daratan. Bagi yang mudik, bisa mengikuti secara ofline,” ungkap Rachmad.
Rachmad menuturkan, kebijakan tersebut baru diterapkan tahun ini.
Pihaknya menilai kebijakan ini sangat penting agar semua mahasiswa tetap mengikuti mata kuliah dengan baik.
”Ini bukan inisiatif kami, tapi permintaan dari mahasiswa yang dari kepulauan,” tuturnya.
Dia menambahkan, jumlah mahasiswa Uniba Madura cukup banyak dan tersebar hingga ke luar daerah.
Sebagian ada yang berasal dari Sulawesi, Lampung dan daerah lainnya. Ada juga yang berasal dari sejumlah kepulauan di Kota Keris.
”Mahasiswa kami 4.800 yang terdaftar dari 8 prodi,” tukasnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri