SUMENEP, RadarMadura.id – Setiap tahun Pemkab Sumenep melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) mengusulkan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Tahun ini, usulannya ada peningkatan sehingga yang diajukan mencapai ratusan ribu kiloliter (kl) untuk jenis solar dan pertalite.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Sumenep Dadang Dedy Iskandar mengatakan, tahun ini pihaknya mengajukan usulan kebutuhan BBM bersubsidi ke Pemprov Jawa Timur.
Usulan solar bersubsidi jenis JBT sesuai kebutuhan yakni sebesar 46.249 KL. Sedangkan untuk pertalite diusulkan sebanyak 79.061 KL.
Angka tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan konsumsi masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah Sumenep.
”Usulan ini untuk kebutuhan Kabupaten Sumenep. Baik di daratan maupun di wilayah kepulauan,” katanya.
Dadang menyampaikan, pihaknya masih menunggu keputusan resmi terkait besaran kuota BBM bersubsidi 2026 untuk Sumenep.
Biasanya, kuota yang diberikan tidak sama dengan usulan. Pada 2025, pihaknya mengusulkan BBM solar sebanyak 45.317 KL dan pertalite 85.030 KL.
”Tapi kita dapat tidak sesuai usulan, hanya mendapatkan kuota solar 44.000 KL dan pertalite 75.296 KL,” ucapnya.
Menurutnya, Pemprov Jatim memiliki perhitungan sendiri terkait distribusi energi nasional.
Karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi agar kebutuhan energi masyarakat Sumenep terpenuhi semuanya.
”Semoga usulan kita bisa dipertimbangkan oleh pemerintah pusat melalui lembaga yang berwenang dalam penetapan kuota BBM bersubsidi,” harap Dadang. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri