Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hanya Satu Kelompok Minta Bantuan Geomembran

A
Penulis: Amin Basiri❯
PRODUKSI: Seorang petambak garam saat sedang mengemas garam di Desa Polagan, Kecamatan Sampang, beberapa waktu lalu.
PRODUKSI: Seorang petambak garam saat sedang mengemas garam di Desa Polagan, Kecamatan Sampang, beberapa waktu lalu.

Advertisement

SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) membuka peluang bagi petambak garam untuk mendapat bantuan geomembrane. Sayangnya, kelompok yang mengajukan bantuan sangat minim.

Diskan Sampang mencatat hanya satu kelompok yang meminta bantuan geomembran tersebut.

Analis Akuakultur Ahli Muda Diskan Sampang Maghfiroh menyampaikan, bantun geomembran menyasar kelompok usaha garam rakyat (KUGAR). 

Advertisement

Kelompok yang diusulkan hanya satu, yakni berasal dari Desa Polagan, Kecamatan Sampang. 
Menurutnya, geomembran yang akan diberikan kepada kugar berukuran tujuh meter kali 50 meter.

”Jadi alokasi geomembrane perkelompok tidak nentu, yang tahu provinsi,” ujarnya. 

Dia mengungkapkan, bantuan geomembran diberikan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi garam. Bantuan ini belum tentu ada setiap tahun. 

Advertisement

Pada 2025, bantuan tersebut tidak ada meski Pemkab Sampang sudah mengajukan. 
”Tahun lalu tidak ada bantuan. Jumlah kelompok yang mendapatkan bantuan ini juga tidak pasti,” ungkapnya.

Maghfiroh mengutarakan, saat ini pihaknya masih menunggu dari pemerintah Provinsi (Pemprov) terkait jumlah kelompok yang menerima bantuan tersebut.

Menurutnya, pengajuan bantuan sudah berakhir pada Senin (16/3). 

”Petambak garam baru satu kelompok yang mengajukan bantuan,” tuturnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bertahan Hidup Dari Garam, Jasuli Menyekolahkan Anak hingga Sarjana

Bertahan Hidup Dari Garam, Jasuli Menyekolahkan Anak hingga Sarjana

Bagi Jasuli, tambak bukan sekadar tempat bekerja. Sejak berusia lima tahun, dia sudah mengikuti sang bapak bertani garam.

Bappeda Sumenep  Kawal Hilirisasi Garam, Dampingi Bappenas Tinjau Pengembangan Produk Garam Bernilai

Bappeda Sumenep  Kawal Hilirisasi Garam, Dampingi Bappenas Tinjau Pengembangan Produk Garam Bernilai

Komitmen itu terlihat saat Bappeda Sumenep mendampingi Kementerian PPN/Bappenas dalam kunjungan lapangan ke Sumenep pada 3–4 September 2026.

Tetesan Air Garam Berpotensi Picu Laka, Satlantas Polres Pamekasan  Turun Jalan Edukasi Sopir Truk

Tetesan Air Garam Berpotensi Picu Laka, Satlantas Polres Pamekasan  Turun Jalan Edukasi Sopir Truk

Polres Pamekasan turun langsung mengedukasi sopir truk angkutan garam di kawasan Gudang Garam, Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, kemarin (27/8).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer