
SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) membuka peluang bagi petambak garam untuk mendapat bantuan geomembrane. Sayangnya, kelompok yang mengajukan bantuan sangat minim.
Diskan Sampang mencatat hanya satu kelompok yang meminta bantuan geomembran tersebut.
Analis Akuakultur Ahli Muda Diskan Sampang Maghfiroh menyampaikan, bantun geomembran menyasar kelompok usaha garam rakyat (KUGAR).
Kelompok yang diusulkan hanya satu, yakni berasal dari Desa Polagan, Kecamatan Sampang.
Menurutnya, geomembran yang akan diberikan kepada kugar berukuran tujuh meter kali 50 meter.
”Jadi alokasi geomembrane perkelompok tidak nentu, yang tahu provinsi,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, bantuan geomembran diberikan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi garam. Bantuan ini belum tentu ada setiap tahun.
Pada 2025, bantuan tersebut tidak ada meski Pemkab Sampang sudah mengajukan.
”Tahun lalu tidak ada bantuan. Jumlah kelompok yang mendapatkan bantuan ini juga tidak pasti,” ungkapnya.
Maghfiroh mengutarakan, saat ini pihaknya masih menunggu dari pemerintah Provinsi (Pemprov) terkait jumlah kelompok yang menerima bantuan tersebut.
Menurutnya, pengajuan bantuan sudah berakhir pada Senin (16/3).
”Petambak garam baru satu kelompok yang mengajukan bantuan,” tuturnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




