Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puskesmas Bluto Luncurkan Inovasi DATUK LaTIB, Tingkatkan Kewaspadaan Gejala TBC di Lingkungan Pesantren

Amin Basiri • Rabu, 18 Maret 2026 | 13:36 WIB
INOVATIF: Perawat ponkestren bersama kader Yabhisa menyosialisasikan DATUK LaTIB dan JUMANTUK di Pondok Pesantren Nurul Islam Desa Karang Cempaka, Bluto.
INOVATIF: Perawat ponkestren bersama kader Yabhisa menyosialisasikan DATUK LaTIB dan JUMANTUK di Pondok Pesantren Nurul Islam Desa Karang Cempaka, Bluto.

SUMENEP, RadarMadura.id - Dalam upaya meningkatkan deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC), Puskesmas Bluto meluncurkan inovasi DATUK LaTIB (Waspada Batuk Gejala TBC).

Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap gejala TBC.

Khususnya batuk berkepanjangan yang sering kali dianggap sebagai keluhan biasa.

Sebagai langkah awal pelaksanaan program, kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Islam Desa Karang Cempaka.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus pondok pesantren yang diharapkan dapat berperan aktif dalam upaya penemuan kasus TBC di lingkungan pesantren.

Sosialisasi disampaikan oleh perawat ponkestren bersama kader Yabhisa. Mereka memberikan edukasi mengenai penyakit TBC.

Mulai dari penyebab, gejala, cara penularan, hingga pentingnya melakukan pemeriksaan apabila mengalami batuk selama dua minggu atau lebih.

Baca Juga: KEI Menebar Berkah di Bulan Ramadan di Kepulauan Sapeken

Kepala Puskesmas Bluto dr Rifmi Utami, M.Kes mengungkapkan, melalui kegiatan ini, pengurus pondok pesantren juga diperkenalkan dengan peran JUMANTUK (Juru Pemantau Batuk) sebagai bagian dari inovasi DATUK LaTIB.

 Para pengurus diharapkan dapat berperan dalam memantau santri atau warga pondok yang mengalami batuk berkepanjangan dan mendorong mereka untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Selain kegiatan sosialisasi, pada kesempatan yang sama juga dilakukan skrining TBC kepada para santri sebagai upaya deteksi dini.

Skrining ini untuk mengetahui adanya gejala TBC sejak awal sehingga apabila ditemukan santri dengan gejala yang mengarah pada TBC dapat segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Rifmi menambahkan, melalui inovasi DATUK LaTIB, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap gejala TBC semakin meningkat.

”Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, penularan TBC dapat dicegah sehingga kesehatan masyarakat dapat lebih terjaga,” jelasnya. (*/luq)

Editor : Amin Basiri
#DATUK LaTIB #Puskesmas Bluto #tbc #pondok pesantren #dinkes sumenep #tuberkulosis