Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Warga Sebut Tempe MBG Berjamur, Kepala SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Barat: Proses Fermentasi Berlanjut

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 7 Maret 2026 | 22:35 WIB

TIDAK LAYAK: Tampak menu yang disalurkan SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Barat, Yayasan Darul Arqom sudah berjamur. (TIKTOK ZAINI PUTRA)
TIDAK LAYAK: Tampak menu yang disalurkan SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Barat, Yayasan Darul Arqom sudah berjamur. (TIKTOK ZAINI PUTRA)

SUMENEP, RadarMadura.id – Menu makan bergizi gratis (MBG) yang disalurkan SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Barat, Yayasan Darul Arqom, diduga tidak layak konsumsi. Indikasinya, menu basah yang diberikan kepada penerima ditemukan berjamur.

Hal itu terungkap setelah salah satu wali murid mengunggah video di media sosial yang memperlihatkan kondisi makanan MBG diduga busuk dan tidak layak konsumsi.

Dalam video berdurasi sekitar 40 detik tersebut, akun TikTok dengan username Zaini Putra memperlihatkan menu MBG yang diterima anaknya.

Dalam rekaman itu, dia mengungkapkan kemarahannya karena makanan yang diterima diduga sudah rusak.

Dia menyebut, tempe yang dibagikan telah berbau menyengat. Sementara ayam yang menjadi lauk utama juga diduga sudah tidak layak konsumsi. 

"MBG di Lenteng Barat kok kacau ya. Kok sudah busuk ya. Tempenya busuk dan bau, ini ayamnya hampir keluar ulat. Tempenya ada putih-putihnya. Bau ayamnya yang dibagikan ke sekolah As-Syafi’iyah di Gunung Malang Satu. MBG-nya busuk,” katanya dalam video tersebut.

Kepala SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Barat, M. Akbar Husam Rifki, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Meski demikian, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti menu yang viral di media sosial itu karena tidak ada laporan dari sekolah terkait.

"Kalau yang viral itu sekolahnya tidak ada laporan ke kami,” katanya.

Namun, dia mengakui ada satu sekolah yang melapor terkait tempe yang sudah berjamur. Pihaknya pun langsung mengganti menu tersebut. 

"Ada menu yang seperti itu yang berjamur. Yang mengonfirmasi cuma satu sekolah, yakni Nurul Islam, dan kami sudah menggantinya. Kalau yang As-Syafi’iyah, sekolahnya tidak ada yang konfirmasi ke kami,” terangnya.

Menurut dia, menu tersebut merupakan menu ungkep yang sudah melalui proses pengolahan. Selain itu, makanan juga telah dicek temperatur suhunya oleh pengawas gizi dan dinyatakan layak serta siap dikonsumsi.

Terkait tempe yang berjamur, dia mengeklaim hal itu terjadi karena makanan tidak langsung disimpan di dalam kulkas setelah diterima.

"Untuk tempe itu kan makanan fermentasi. Jadi tidak menutup kemungkinan akan terjadi seperti itu. Tempe yang berjamur itu karena fermentasinya berlanjut,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk lauk ayam sebenarnya tidak ada masalah. Menurutnya, yang bermasalah hanya tempe yang mengalami fermentasi lanjutan tersebut.

"Sebenarnya itu bukan berjamur, hanya fermentasinya yang berlanjut. Untuk ayamnya tidak busuk,” jelasnya.

Diketahui, menu yang diduga rusak itu merupakan paket bundling untuk distribusi Kamis (5/3) hingga Sabtu (7/3). Pola penyaluran tersebut diklaim mengikuti ketentuan dari BGN yang membatasi distribusi maksimal tiga hari.

"Banyak yang libur dan pihak sekolah meminta di-bundling,” ucapnya.

Dia menambahkan, menu bundling yang disalurkan terdiri dari kombinasi makanan basah dan kering. Menu basah meliputi tahu, tempe, dan ayam. Sementara menu kering terdiri atas roti, abon, kacang koro, apel, susu, dan telur.

Perbedaan porsi diberikan kepada penerima dengan kategori kecil dan besar. Perbedaannya terletak pada jumlah telur serta gramasi kacang koro dan abon yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. (tif/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Menu MBG #tiktok #diduga tidak layak konsumsi #mengalami fermentasi #SPPG Sumenep Lenteng Barat #paket bundling #viral #media sosial #tempe