
BANGKALAN, RadarMadura.id – Sejumlah kios di Pasar Ki Lemah Duwur di Jalan Halim Perdana Kusuma, Bangkalan, kian sepi.
Puluhan kios yang sebelumnya aktif beroperasi kini mulai ditinggalkan pedagang. Kondisi tersebut mencerminkan menurunnya aktivitas ekonomi di pasar tersebut.
Sejumlah pedagang memilih tidak memperpanjang masa sewa kios karena pendapatan yang diperoleh dinilai tidak lagi mampu menutup biaya operasional harian.
Berkurangnya jumlah pengunjung membuat perputaran ekonomi di pasar semakin lesu. Akibatnya, pedagang kesulitan mempertahankan usahanya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Mohammad Rasuli membenarkan kondisi tersebut. Menurut dia, sepinya pasar dipicu menurunnya jumlah pengunjung.
Akibat kondisi itu, banyak pedagang memilih meninggalkan kiosnya. Dampaknya, jumlah penyewa kios menurun signifikan dalam waktu singkat.
"Betul, penurunan jumlah penyewa ruko sangat drastis dibanding sebelumnya sehingga banyak kios yang tidak lagi beroperasi," ujarnya, Kamis (7/5).
Rasuli menjelaskan, kios yang paling banyak ditinggalkan berada di sektor penjualan kain dan alas kaki.
Menurut dia, perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu faktor utama pedagang memilih menutup usahanya.
Kondisi pasar yang semakin sepi juga berdampak pada pendapatan harian pedagang.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




