KOTA, RadarMadura.id- Luas tanam padi di Kabupaten Sumenep selama 2025 melampaui target. Itu diklaim dapat memenuhi kebutuhan pangan di Kota Keris.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid menyatakan, target luas lahan tanam padi selama 2025 adalah 25 ribu hektare. Namun ternyata luas tanamnya mencapai 36.580 hektare.
Capaian itu tidak lepas dari kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian, dan jajarannya.
"Alhamdulillah, berkat semangat semua pihak, realisasi tanam padi dapat melampaui target hingga lebih dari 36 ribu hektare", katanya.
Pria yang akrab disapa Inung itu menyampaikan, target swasembada atau luas tambah tanam (LTT) padi yang dibebankan kementerian pada Kabupaten Sumenep sebesar 25.000 hektare 2025. Namun, realisasi di tahun tersebut meningkat signifikan.
Itu terjadi di seluruh kecamatan. Mulai dari daratan hingga kepulauan.
Pria yang biasa disapa Inung itu menilai, Sumenep memiliki potensi pertanian yang besar untuk pengembangan tanaman pangan.
Dalam pelaksanaannya, pemerintahan melakukan berbagai strategi.
Antara lain, optimalisasi lahan serta pembentukan brigade pangan di beberapa kecamatan. Seperti Kecamatan Saronggi, Guluk-Guluk, dan Lenteng.
"Petani juga menyesuaikan dengan kondisi lahan dan kecukupan air. Jadi, ada yang tetap padi, ada juga yang beralih ke jagung pada musim tanam kedua", ujarnya.
Inung optimistis, tahun ini, swasembada pangan di Sumenep akan semakin baik dan menunjukkan tren positif.
"Kami optimistis kontribusi daerah terhadap swasembada pangan nasional semakin menguat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal", tandasnya. (tif/jup)
Editor : Amin Basiri