SUMENEP, RadarMadura.id– Menu makan bergizi gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Ganding Ketawang Larangan Senin (23/2) dikeluhkan.
Pasalnya, pihak SPPG mengganti susu dengan abon sapi dalam menu MBG yang diberikan kepada penerima manfaat.
Kepala SPPG Sumenep Ganding Ketawang Larangan Milinda membenarkan bahwa menu MBG yang disalurkan tidak menyertakan susu.
Dia beralasan penggunaan susu rasa-rasa sudah tidak direkomendasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Milinda menjelaskan, BGN merekomendasikan susu plain atau full cream. Namun, susu jenis tersebut sangat langka dan harganya naik drastis.
”Jadi, ahli gizi itu mengupayakan agar protein hewani terpenuhi maka diganti dengan abon sapi,” ucapnya.
Dia menyatakan dalam regulasi yang berlaku, susu bukanlah komponen wajib dalam menu MBG.
Yang terpenting, kata Mlilida, kebutuhan protein hewani bagi peserta didik terpenuhi.
”Protein utama bisa diganti apa saja, yang penting ada penggantinya. Kalau bisa diganti dengan sumber protein lain, ya bisa diganti,” katanya.
Menurut Milinda, abon dapat dijadikan alternatif pengganti susu selama tetap memenuhi unsur protein hewani dalam menu yang disajikan.
Prinsipnya, setiap paket MBG harus tetap mengandung protein hewani meski tanpa susu.
Dia menyampaikan, bahwa pihaknya menghindari penggunaan susu rasa-rasa. Dia menilai susu jenis tersebut tidak direkomendasikan karena kandungan gulanya cukup tinggi.
Baca Juga: Perkuat Layanan Digital UMKM, PT BPRS Bhakti Sumekar Gandeng Bank Muamalat
Keluhan wali murid itu terungkap setelah menerima paket MBG yang disalurkan SPPG Sumenep Ganding Ketawang Larangan Senin (23/2).
Menu dalam paket MBG terdiri atas satu plastik klip abon sapi, satu roti, satu buah jeruk, dan satu butir telur.
Menu MBG tersebut untuk jatah selama tiga hari hingga Rabu (25/2).
”Banyak yang salah sangka ke anaknya karena dikira sudah diminum. Ternyata memang susunya tidak ada,” ungkap sumber RadarMadura.id. (tif/luq)
Editor : Amin Basiri