Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BPRS Bhakti Sumekar Dorong Budaya Menabung sejak Dini melalui Sistem Digital Berbasis Syariah

Amin Basiri • Senin, 23 Februari 2026 | 08:03 WIB

TURUN LANGSUNG: Dirut PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Hairil Fajar saat berkunjung ke salah satu sekolah di Sumenep dalam rangka menyosialisasikan BBS Sekolah.
TURUN LANGSUNG: Dirut PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Hairil Fajar saat berkunjung ke salah satu sekolah di Sumenep dalam rangka menyosialisasikan BBS Sekolah.

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan pelajar. Upaya tersebut dilakukan melalui aplikasi BBS Sekolah.

Aplikasi tabungan digital berbasis QRIS itu dirancang sebagai solusi yang aman, efisien, dan transparan dalam pengelolaan Simpanan Pelajar (SimPel) tanpa melibatkan pihak ketiga.

Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Hairil Fajar menyampaikan, BBS Sekolah merupakan sistem tabungan digital berbasis syariah yang diperuntukkan bagi siswa.

Melalui inovasi tersebut, BPRS menargetkan terbentuknya budaya menabung sejak dini secara berkelanjutan, sekaligus membangun ekosistem keuangan syariah yang inklusif di Kota Keris.

”Inovasi ini bertujuan mencegah persoalan pengelolaan tabungan siswa yang kerap terjadi di sejumlah lembaga pendidikan,” ujarnya.

Menurut dia, sistem digital yang terintegrasi membuat transaksi tabungan pelajar lebih tertib, terdokumentasi, serta mudah dipantau oleh pihak sekolah maupun orang tua.

Program BBS Sekolah juga sejalan dengan sejumlah kebijakan nasional, seperti Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif, Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung, serta POJK Nomor 3 Tahun 2023 terkait peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor jasa keuangan.

Selain itu, program tersebut mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), yakni inisiatif pemerintah untuk membiasakan generasi muda menabung dan mengenal sistem perbankan sejak dini.

Hairil menegaskan, sebagai bank syariah milik pemerintah daerah dengan kapitalisasi aset menembus Rp 1 triliun, pihaknya akan terus memperluas akses layanan keuangan digital bagi pelajar.

Aplikasi BBS Sekolah tidak hanya mempermudah transaksi tabungan siswa, tetapi juga dapat dimanfaatkan guru dan pihak sekolah dalam pengelolaan keuangan pendidikan.

Konsistensi tersebut membuahkan hasil. Pada Agustus 2025, BPRS Bhakti Sumekar kembali meraih penghargaan nasional dalam ajang KEJAR Awards dan Financial Literacy Awards 2025 sebagai Bank Implementasi KEJAR Terbaik Nasional untuk subkategori Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).

Penghargaan yang digelar di Gedung Dhanapala, Kompleks Kementerian Keuangan RI, Jakarta, 22 Agustus 2025 itu merupakan bentuk apresiasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada industri perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang aktif mendorong implementasi KEJAR.

Hairil Fajar menerima langsung penghargaan tersebut. Capaian ini melanjutkan prestasi tahun sebelumnya setelah pada 2024 BPRS Bhakti Sumekar juga meraih predikat serupa.

Bahkan, pada 2022, BPRS Bhakti Sumekar turut mengantarkan MAN Sumenep sebagai mitra lembaga pendidikan meraih penghargaan nasional kategori Satuan Pendidikan Implementasi KEJAR Terbaik. (tif/han)

 

Editor : Amin Basiri
#sumenep #bprs bhakti sumekar #bbs