SUMENEP, RadarMadura.id – Sebanyak 12 perusahaan rokok tergabung di Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT), Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. Namun, satu perusahaan belum bisa memulai produksi.Sebab, terkendala perizinan.
Dengan demikian, baru 11 perusahaan yang bisa memproduksi olahan tembahan di fasilitas Pemkab Sumenep yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Sumekar tersebut.
Direktur PD Sumekar Hendri Kurniawan menyatakan, pengurusan izin perusahaan yang ingin memproduksi rokok di APHT dilakukan sesuai nomor urut.
Perusahaan yang lebih dulu mengajukan berkas perizinan, maka pengajuannya diprioritaskan.
”Perizinan yang satu (perusahaan) masih dalam proses. Karena pengurusannya diajukan setelah 11 perusahaan lain selesai,” ujarnya.
Saat ini perizinan perusahaan rokok yang belum melakukan produksi di APHT telah diajukan ke Bea Cukai Madura. Berkas yang disetor termasuk nomor induk berusaha (NIB) dan izin usaha industri (IUI).
”Proses pemberkasannya sudah lengkap dan sudah diserahkan ke Bea Cukai Madura,” katanya.
Saat ini tinggal menunggu revisi dan cek lokasi dari Bea Cukai Madura. Jika direvisi, maka tinggal melakukan perbaikan sesuai petunjuk Bea Cukai.
”Kalau cuma tinggal menunggu cek lokasi, kami akan menunggu jadwal, karena Bea Cukai yang menentukan,” ujarnya.
Selanjutnya, sambung Hendri, perusahaan yang mengajukan perizinan industri rokok akan membuat proposal bisnis (probis) yang harus dipaparkan di hadapan petugas Bea Cukai. Tujuannya, untuk memastikan kelayakan.
”Setelah probisnya dipaparkan di Kanwil Bea Cukai Jatim, nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC) akan diterbitkan,” ucapnya.
Baca Juga: Apresiasi Satu Tahun Kepemimpinan Faham, JPRM Berikan Keris Kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menyatakan, keberadaan APHT harus mampu untuk menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin.
Sehingga, mampu menekan angka pengangguran. Selain itu juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
”Minimal dengan adanya APHT itu dapat meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat di sekitar APHT,” tegasnya. (tif/jup)
Editor : Amin Basiri