SUMENEP, RadarMadura.id - Senja Ramadan tak selalu harus disambut hidangan mewah. Di meja sederhana milik Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, kuah daun kelor yang hangat, ikan pindang goreng, tempe, dan kerupuk justru menghadirkan kenikmatan yang lebih membumi usai seharian menahan lapar dan dahaga.
Menu buka puasa tidak harus mewah. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo justru lebih memilih hidangan sederhana.
Di antaranya kuah daun kelor, ikan pindang goreng, tempe, dan kerupuk.
Bupati yang akrab disapa Fauzi itu mengaku lebih menyukai makanan simpel, tetapi tetap kaya gizi dan protein.
Karena itu, saat berbuka dirinya selalu mengutamakan menu tersebut.
”Kalau buka puasa saya sukanya kuah daun kelor, tempe, dan ikan. Ikannya digoreng, seperti pindang itu", ujarnya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep tersebut menilai, kesederhanaan menu bukan persoalan.
Yang terpenting, makanan yang dikonsumsi sehat dan sesuai selera. Bahkan, dia cenderung menghindari makanan tinggi kolesterol.
"Karakter saya itu memilih makanan yang tidak tinggi kolesterol. Memang sudah jadi kebiasaan juga", katanya.
Menurut Fauzi, menu yang wajib ada saat berbuka adalah kuah daun kelor. Selain rasanya enak, kandungan gizinya juga baik bagi tubuh.
Terlebih, daun kelor mudah ditemukan di wilayah Sumenep. Kalau dipersentasekan, sekitar 40 persen itu daun kelor.
Sisanya menu lain. Tapi, yang utama tetap daun kelor, lalu tempe juga harus ada, jelasnya.
Dia mengaku kini mulai mengurangi konsumsi daging dan hanya mengonsumsinya pada waktu tertentu.
Kalau sedang ingin saja baru makan daging, imbuhnya.
Usai berbuka, Fauzi tidak terbiasa mengonsumsi camilan. Namun, setelah salat Tarawih dirinya hampir selalu minum teh manis.
"Selain itu, kerupuk menjadi pelengkap yang tidak pernah absen saat makan. Kalau makan harus ada kerupuk. Bunyinya seperti musik", ujarnya.
Bukan hanya saat buka puasa, untuk sahur tidak jauh beda. Dia memilih menu sederhana untuk menjadi sumber tenaga selama sehari.
Menu yang membumi: nasi, telur dadar, kecap, dan tempe.
Fauzi mengatakan, dirinya bukan tipe yang menyukai menu rumit saat sahur. Karena itu, dia lebih memilih makanan yang mudah didapat, tetapi tetap mengenyangkan.
"Kesukaan kalau sahur itu telur dadar sama kecap dan tempe. Itu makanan yang saya sukai sejak kecil$, katanya.
Selain praktis, menu tersebut juga dinilai cukup memenuhi kebutuhan energi. Tempe, misalnya, mengandung protein, serat, dan kalsium yang baik bagi tubuh.
"Tempe juga tidak boleh ketinggalan. Itu juga jadi kesukaan saya setiap makan", ujarnya.
Fauzi mengaku, setelah sahur dirinya terbiasa minum teh manis sambil menunggu waktu imsak dan salat Subuh.
Minuman tersebut dipilih untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah lemas saat berpuasa.
Kalau setelah sahur biasanya saya minum teh manis. Soalnya kadar gula saya cenderung rendah, di bawah 90. Jadi harus dijaga supaya tidak lemas, jelasnya. (iqb/han)
Editor : Amin Basiri