SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep tahun ini kembali mengagendakan sejumlah pelatihan. Meski begitu, jumlah peserta yang dapat di-cover hanya 16 orang.
Kepala Disnaker Sumenep Mustangin mengatakan, program pelatihan kerja ini meliputi tata boga, rias pengantin, serta tenaga keamanan (sekuriti).
Pelatihan itu bertujuan untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Keris.
”Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat keterampilan para pencari kerja agar lebih siap memasuki dunia kerja. Termasuk siap membuka usaha secara mandiri,” katanya.
Mustangin menjelaskan, setiap satu paket pelatihan hanya bisa meng-cover belasan peserta. Hal itu disesuaikan dengan standardisasi keberhasilan program pelatihan. ”Kegiatan pelatihan itu akan kami mulai setelah lebaran,” ucapnya.
Mustangin menyatakan, program pelatihan kerja tersebut gratis. Dikatakan, minat masyarakat terhadap program tersebut tergolong tinggi. Dia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
”Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas peluang kerja,” katanya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi menegaskan, dampak dari program pelatihan harus jelas.
Sehingga, anggaran yang dikeluarkan tidak sia-sia. ”Dengan adanya pelatihan itu kualitas SDM tenaga kerja di Sumenep harus meningkat,” tegasnya.
Masdawi juga meminta dinas terkait untuk tidak hanya melaksanakan pelatihan semata. Akan tetapi, juga harus memastikan setiap selesai pelatihan, para alumni dapat terserap di dunia kerja. ”Minimal bisa mendirikan usaha secara mandiri,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri