SUMENEP, RadarMadura.id – Dugaan penganiayaan menimpa dua relawan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Sumenep. Kasus tersebut saat ini tinggal menunggu proses gelar perkara.
Kapolsek Batuputih AKP Abu Mahdura mengatakan, penyidik sudah memeriksa terduga pelaku. Dalam proses klarifikasi, yang bersangkutan tidak membantah bahwa telah melakukan pemukulan sebagaimana yang telah dilaporkan.
”Saat diperiksa, terduga pelaku mengakui kalau melakukan pemukulan,” katanya kemarin (17/2).
Meski demikian, Polsek Batuputih belum melakukan gelar perkara atas kasus tersebut. Abu Mahdura menyampaikan, gelar perkara dijadwalkan setelah masa cuti bersama Imlek. Gelar perkara segera dilakukan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
”Sekarang kan masih cuti bersama. Insyaallah segera digelar di Polres Sumenep, bukan di polsek,” ujarnya.
Terdapat dua kasus penganiayaan yang menimpa relawan SPPG Yayasan Alif, Dusun Berombak, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep. Pertama, menimpa relawan inisial M yang terjadi pada Kamis (5/2).
M dituduh menyembunyikan telur saat memisahkan sisa makanan setelah disalurkan kepada penerima manfaat oleh ZN, relawan bagian masak di dapur tersebut. Selain itu, ZN juga merupakan istri Ketua Yayasan Alif berinisial AM.
ZN memukul tangan kanan M dengan tangan kosong sebanyak dua kali. ”Akibat kejadian itu korban mengalami lebam pada tangan kanannya, sehingga dia melaporkannya ke Polsek Batuputih,” kata Kasihumas Polres Sumenep Kompol Widiarti Setyoningtyas.
Peristiwa kedua dialami relawan berinisial RJ. Pipi kirinya ditampar saat memisahkan sisa makanan yang telah disalurkan kepada penerima manfaat.
Tamparan itu bermula saat RJ bersama rekan kerjanya diminta memisahkan nasi dan lauk sisa oleh ZN.
ZN menanyakan jumlah sisa makanan tersebut. Namun karena RJ belum menghitung sisa makanan itu, dia menoleh kepada rekannya.
”Melihat itu, ZN marah, lalu menampar pipi kiri RJ menggunakan tangan kanannya. Akibat kejadian itu, korban mengalami memar di pipi bagian kiri dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Batuputih,” tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri