KOTA, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep mencatat ada 1.565 koperasi di Kota Keris.
Sayangnya, lebih separo koperasi tersebut tidak aktif. Dinas membentuk tim untuk membina koperasi yang mati suri tersebut.
Kepala Bidang Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan dan Pemeriksaan DKUPP Sumenep Hairil Iskandar menyampaikan, terdapat 774 koperasi yang masih aktif.
Koperasi yang tidak aktif berpotensi dibubarkan oleh Kementerian Koperasi jika tidak dikelola dengan baik.
”Padahal peran lembaga ini sangat vital dalam menggerakkan ekonomi anggota,” ujarnya.
Dia menjelaskan, ratusan koperasi yang tercatat tidak aktif itu karena tidak menyelenggarakan rapat anggota tahunan (RAT) selama tiga tahun berturut-turut. Menurutnya, RAT merupakan syarat wajib keberlangsungan koperasi sesuai aturan.
Hairil menuturkan, terdapat dua akar masalah utama yang menyebabkan ratusan koperasi tidak aktif. Yakni, komitmen pengurus yang rendah dan minimnya kompetensi dalam pengelolaan keuangan serta sistem pelaporan.
”Manajemen tata kelola menjadi kendala besar. Banyak pengurus juga tidak paham administrasi dasar koperasi,” tuturnya.
Dia mengaku sudah membentuk tim khusus untuk menghidupkan kembali ratusan koperasi yang tidak aktif tersebut.
Tim akan turun langsung ke lapangan memberikan pendampingan intensif kepada pengurus koperasi yang tidak aktif.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari meminta dinas terkait untuk benar-benar membina para pengurus koperasi. Sehingga, ratusan koperasi yang mati suri itu bisa aktif dan beroperasi dengan maksimal.
”Pembinaannya harus benar-benar dilaksanakan, jangan hanya wacana,” tegasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri