SUMENEP, RadarMadura.id – Seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep semakin menarik diikuti.
Apalagi, dua calon yang digadang memiliki pengaruh kuat gugur di awal tahapan.
Itu membuktikan jika dalam prosesnya dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan bebas dari intervensi kepentingan.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, dalam seleksi Sekkab ini dipastikan berlangsung secara profesional.
Maka dari itu, panitia seleksi (pansel) tidak melibatkan dari unsur Pemkab Sumenep.
Tapi, dari unsur Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta akademisi independen dari perguruan tinggi ternama.
”Sehingga, seleksi mencari calon Sekkab benar-benar kredibilitas sesuai hasil penilaian pansel,” katanya.
Fauzi menegaskan, tim pansel terdiri dari kepala badan kepegawaian daerah (BKD) dan kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur.
Kemudian, unsur akademisi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Universitas Merdeka (Unmer) Malang.
BKD dan BPSDM Jatim sengaja dilibatkan untuk memperkuat aspek pengawasan dan standardisasi seleksi sesuai regulasi nasional.
Sedangkan akademisi diharapkan mampu menjamin proses penilaian yang ilmiah, objektif, dan steril dari kepentingan politik.
Dirinya menginginkan seleksi tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar menghasilkan figur pejabat yang kompeten dan berintegritas.
”Kami ingin seleksi Sekkab berjalan profesional dan berbasis kompetensi. Tidak ada titipan, tidak ada rekayasa nilai. Semua peserta punya peluang yang sama,” tegasnya.
Bupati Fauzi menambahkan, proses pengisian Sekkab tidak boleh sembarangan. Sebab, posisi Sekkab sangat strategis sebagai penggerak utama birokrasi daerah.
Maka, orang yang dipilih harus memiliki kapasitas manajerial kuat, integritas tinggi, dan kepemimpinan yang mumpuni.
”Sekda (Sekkab) adalah kunci efektivitas pemerintahan daerah. Karena itu, seleksi ini harus melahirkan figur terbaik yang mampu mengawal kebijakan dan memperkuat kinerja birokrasi Sumenep,” tukasnya. (iqb/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti