Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DKPP Kelola Anggaran Pengadaan Hand Tractor Rp 1,9 Miliar

Amin Basiri • Jumat, 6 Februari 2026 | 11:20 WIB
USAHA: Seorang petani tengah membajak sawahnya di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Jumat (30/1).
USAHA: Seorang petani tengah membajak sawahnya di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Jumat (30/1).

 KOTA, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep mengelola angaran sebesar Rp 1.977.000.000. Anggaran jumbo itu akan digunakan untuk membeli hand tractor.

Jika merujuk keterangan yang ada di sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP), anggaran untuk belanja alat mesin pertanian (alsintan) dibagi menjadi dua paket.

Yakni, pengadaan hand tractor Rp 525.000.000 dan pengadaan hibah barang hand tractor Rp 1.452.000.000.

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menuturkan, anggaran pengadaan hand tractor tersebut berasal dari dana pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota dewan.

Alat mesin pertanian tersebut nantinya akan diberikan kepada kelompok tani (poktan). ”Penerima bantuan nanti disesuaikan dengan poktan pengusul,” katanya.

Pria yang akrab disapa Inung itu menuturkan, pengadaan hand tractor diharapkan bisa membantu para petani agar lebih optimal mengolah tanah dan tanaman pangan.

”Sehingga, petani Sumenep ke depan dapat lebih produktif dalam menjaga ketahanan pangan dan kemandirian pangan,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari menyampaikan, program pengadaan hand tractor tersebut merupakan usulan legislatif.

”Kami usulkan setelah melakukan reses. Pengadaan itu kami usulkan berdasar aspirasi konstituen,” tegasnya.

Dia minta DKPP memanfaatkan anggaran sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Dia juga minta DKPP segera merealisasikan program tersebut.

Jika program tersebut cepat terealisasi, maka serapan anggaran akan semakin bagus. ”Sebaliknya, kalau lamban, itu akan merugikan masyarakat,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri
#pokir #sumenep #dkpp #sirup