Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DLH: Pemberian Kompensasi Tunggu Hasil Kajian Kementerian LH

Amin Basiri • Jumat, 6 Februari 2026 | 11:15 WIB
TENAGA PROFESIONAL: Sejumlah penyelam bersiap melakukan penelitian dampak lingkungan akibat tumpahan minyak mentah di Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep.
TENAGA PROFESIONAL: Sejumlah penyelam bersiap melakukan penelitian dampak lingkungan akibat tumpahan minyak mentah di Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep belum bisa memastikan pemberian kompensasi atas insiden minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang tumpah di pesisir Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek. Sebab, masih menunggu hasil kajian resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH).

Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf mengatakan, hingga saat ini kementerian belum merilis hasil penelitian terkait tumpahan CPO dari kapal tongkang Indo Ocean Marine.

”Meski demikian, DLH telah meminta komitmen perusahaan pemilik kapal untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut,” katanya.

Menurut dia, DLH juga mendesak perusahaan segera mengevakuasi kapal tongkang tersebut guna mencegah terjadinya kebocoran lanjutan. CPO yang mencemari area pantai dan perairan sekitar juga diminta untuk segera ditangani.

”Proses penanganan awal telah dilakukan dengan cara menyedot CPO yang tercecer. Perusahaan juga menggandeng masyarakat untuk membantu proses pembersihan di wilayah terdampak,” tuturnya.

Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari Kementerian LH, DLH Jawa Timur, dan DLH Sumenep melakukan penelitian langsung di lokasi kejadian.

Penelitian tersebut dipimpin langsung oleh Kementerian LH dan melibatkan sekitar 20 orang ahli dari berbagai bidang. Mulai dari analisis terumbu karang, kualitas air, hingga pencemaran lingkungan.

”Tim bekerja selama tiga hari. Sebab, sebaran tumpahan CPO tidak hanya terdeteksi di Gili Iyang, tetapi juga meluas hingga ke Raas dan Sapudi,” ulasnya.

Sekadar diketahui, kapal tongkang Indo Ocean Marine yang mengangkut sekitar 3.000 kiloliter CPO mengalami kecelakaan pada Rabu (21/1) malam.

Kapal tersebut dihantam angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan deras. Akibatnya, kapal terbawa ombak dan menabrak karang di perairan utara Pulau Gili Iyang.

Akibat insiden tersebut, terjadi kebocoran hingga menyebabkan CPO tumpah ke laut. Namun, Anwar memastikan tidak seluruh muatan kapal bocor.

Dari total sembilan box muatan, hanya dua box yang mengalami kebocoran. ”Setiap boks berisi sekitar 300 meter kubik. Jadi total CPO yang tumpah ke laut diperkirakan mencapai 600 meter kubik,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri
#kapal #sumenep #kapal tongkang #cpo #dlh