Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bantuan Untuk Korban Rumah Rusak di Kepulauan Tunggu Laporan

Amin Basiri • Senin, 2 Februari 2026 | 07:46 WIB

 

 

DIEVAKUASI: Sejumlah warga melakukan evakuasi pohon yang menimpa rumah warga di Desa Pegerungan Kecil, Sapeken, Sumenep, Kamis (22/1).
DIEVAKUASI: Sejumlah warga melakukan evakuasi pohon yang menimpa rumah warga di Desa Pegerungan Kecil, Sapeken, Sumenep, Kamis (22/1).

SUMENEP, RadarMadura.id – Sejumlah rumah di daerah kepulauan mengalami kerusakan akibat angin kencang. Meski begitu, pemerintah kabupaten (pemkab) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep belum bisa menyalurkan bantuan karena menunggu laporan.

Kepala BPBD Sumenep Ach. Laily Maulidy mengatakan, kejadian itu menimpa rumah warga di berbagai daerah. "Perinciannya, di daerah Sapeken, Pagerungan Kecil, Pagerungan Besar, Arjasa dan Raas," katanya.

Dia menerangkan, sejauh ini masih belum ada laporan resmi yang masuk ke institusinya. ”Hingga saat ini laporan resmi yang masuk hanya dari Raas.

Sementara yang lainnya kami hanya menerima laporan dari tokoh masyarakat melalui WhatsApp,” terangnya.

 Baca Juga: Akibat Hujan Lebat dan Angin Kencang, Sejumlah Rumah di Desa Karduluk Ambruk

Dia menuturkan, bantuan stimulan itu berupa sandang, pangan, kebutuhan air bersih, sanitasi, pelayanan kesehatan, psikososial, penampungan dan tempat hunian. ”Bantuan stimulan itu tidak bisa kalau tidak ada laporan resmi,” tuturnya.

Laily mengakui bahwa proses penanganan bencana selalu mengalami keterlambatan. Salah satu pemicunya karena keterbatasan personel, anggaran, dan sarana yang minim.

”Di daerah daratan saja lambat, karena kami punya mobil operasional itu hanya dua, yang satu mobil rescue dan satunya mobil untuk logistik. Makanya telat,” ucapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sumenep Dapil VII Kepulauan Syamsul Bahri meminta pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan kepada korban. ”Pemerintah daerah harus segera hadir,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat daerah kepulauan sangat rentan terhadap cuaca ekstrem. Bantuan darurat serta perbaikan rumah harus segera dilakukan agar korban bisa kembali tinggal dengan aman.

Dia mendorong BPBD dan dinsos P3A untuk melakukan pendataan dengan cepat serta segera menyalurkan bantuan.

"Saya mengimbau masyarakat lebih waspada, khususnya bagi warga yang rumahnya berada di sekitar pohon-pohon besar. Pangkas pohon besar yang berpotensi membahayakan keselamatan warga,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri
#bencana alam #sumenep #bantuan #bpbd