Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Target Luas Tanam Padi Tahun Ini 36 Ribu Hektare

Amin Basiri • Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:48 WIB
OPTIMIS: Petani sedang membajak sawahnya yang terletak di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Jumat (30/1).
OPTIMIS: Petani sedang membajak sawahnya yang terletak di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Jumat (30/1).

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pemerintah kabupaten (pemkab) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep mengumumkan target luas penanaman padi tahun ini seluas 36 ribu hektare. Target itu ditetapkan untuk menjaga produksi padi dan ketahanan pangan daerah.

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, target luas penanaman padi pada tahun 2025 seluas 25 ribu hektare.

Khusus tahun ini, Kementrian Pertanian (Kementan) RI menargetkan luas lahan tanam sebesar 36 ribu hektare. ”Karena tahun lalu tercapai, maka target luas penanaman padi tahun ini naik,” katanya.

Pria yang akrab disapa Inung itu menuturkan, Kabupaten Sumenep sukses mencapai target karena para petani, penyuluh, dan stakeholder memiliki semangat yang sama dalam menyukseskan program pemerintah pusat. ”Semua ini berkat sinergisitas petani, penyuluh serta semua pihak,” ucapnya.

Menurutnya, masa tanam padi di setiap wilayah bervariasi. Ada yang menanam satu kali setahun, ada yang dua kali, bahkan bisa tanam tiga kali.

Saya optimistis, target tahun ini bisa tercapai. Semoga saja cuaca tahun ini berpihak kepada para petani,” harapnya.

Dijelaskan, pemerintah mendukung suksesnya program penambahan luas tanam dan hasil produksi padi dengan menggelontorkan bantuan sarana dan prasarana.

”Misalnya bantuan sumur bor dimanfaatkan petani untuk mendukung produksi pertaniannya,” tuturnya.

Sementara itu, untuk kebutuhan pupuk, kata Inung, setiap kelompok tani telah mengajukan kebutuhan pupuk sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). ”Kami terus melakukan pengawasan pupuk, insyallah stok tahun ini mencukupi,” ucapnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi meminta dinas terkait tidak hanya memperhatikan pencapaian target luas penanaman padi.

Tapi, juga mempermudah petani mengakses segala hal yang berkaitan dengan sektor pertanian. ”Misalnya seperti pupuk dan lainnya harus dipermudah,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri