SUMENEP, RadarMadura.id– Target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar tahun ini dipatok Rp 2,9 miliar.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang ditetapkan sebesar Rp 2,6 miliar.
Padahal, selama tiga tahun berturut-turut, target PAD pasar tidak tercapai.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep Moh. Ramli mengatakan, target PAD pasar tahun ini memang meningkat dari tahun sebelumnya.
Menurutnya, target itu belum tentu terpenuhi.
”Target retribusi pasar tahun ini sekitar Rp 2,9 miliar. Itu lebih besar dari tahun lalu, katanya.
Romli mengutarakan, kenaikan target tentu disesuaikan dengan potensi di lapangan dan keputusan bersama antara dinas dan tim anggaran. Termasuk juga disesuaikan dengan regulasi yang ada.
Baca Juga: BPRS Bhakti Sumekar Gelar Pengajian
”Tentu ini disesuaikan dengan data potensi serta regulasi berkenaan dengan teknis penarikan retribusi pasar, tuturnya.
Ramli menyadari, capaian PAD retribusi pasar 2025 memang belum sesuai harapan. Sebab, capaiannya tak pernah memenuhi target yang sudah ditetapkan.Tapi, capaian setiap tahun meningkat.
”Memang secara persentase tidak tercapai. Tapi kalau dari segi angka sudah lebih besar dari tahun sebelumnya. Ke depan, kita akan lakukan berbagai inovasi untuk mencapai target tahun ini", imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep Irwan Hayat menyatakan, penentuan target retribusi ini pasti mengacu pada potensi PAD di sejumlah pasar.
"Ketika PAD tidak tercapai, perlu dikroscek ulang potensi tersebut. Tujuannya, untuk mengetahui potensi yang tidak berjalan maksimal atau mungkin terjadi kebocoran.
Karena itu, tahun ini dinas terkait harus lebih kreatif mengelola potensi yang ada di pasar.
Makanya, dinas terkait harus melakukan pembenahan di dalam manajemen pasar agar target PAD pasar bisa tercapai", tegasnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri