SUMENEP, RadarMadura.id -;Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar menegaskan komitmennya sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Peran tersebut diejawantahkan dengan memberikan dukungan pada UMKM.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar mengatakan, dukungan terhadap UMKM bukan hanya sekadar seremonial.
Akan tetapi, merupakan bagian dari komitmen BPRS sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemkab Sumenep.
Hal itu disampaikan Hairil dalam kegiatan talk show kewirausahaan yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Minggu (25/1).
Kegiatan itu, merupakan ruang bagi UMKM guna meningkatkan kualitas, jejaring, serta daya saing usaha melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan dan dunia pendidikan.
Kami mendukung pelaku UMKM terus bersemangat, dukungan pemerintah dan perbankan harus hadir secara konkret.
Kami ingin terlibat langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiyaan UMKM, katanya.
Dia menegaskan, perusahaanya berkomitmen memberikan akses permodalan yang mudah, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah.
Sehingga, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Kita harus terus naik kelas untuk bisa bersaing hingga tingkat nasional.
Kami terus berkomitmen mendorong pertumbuhan UMKM dengan memberikan peluang permodalan yang sesuai, tegasnya.
Baca Juga: Pemkab Tunggu Hasil Kajian DLH Jatim
Hairil juga menyoroti tentang pentingnya sinergi lintas sektor. Dia mengharapkan Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Unija diharapkan mengambil peran dalam memperkuat aspek desain peoduk, kemasan hingga pengembangan konten kreatif.
Dia menilai, hal ini sangat krusial dalam membantu UMKM meningkatkan branding, kualitas visual produk dan strategi pemasaran.
Terutama di era digital yang menuntut kreativitas dan keunikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, perbankan syariah dan dunia pendidikan untuk memperkuat sekosistem UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumenep, tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri