SUMENEP, RadarMadura.id – Masyarakat menemukan biota laut mati di pesisir Pulau Gili Iyang, Sumenep.
Warga curiga itu terjadi dampak dari tumpahan puluhan ton minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) di pesisir utara Pulau Gili Iyang.
Warga khawatir lingkungan semakin tercemar jika tidak segera ditangani.
Fathoni, warga Pulau Gili Iyang mengatakan, ikan yang mati berukuran kecil dan berada di sekitar area gumpalan minyak.
”Sudah ada ikan-ikan kecil yang kami temukan mati di sekitar tumpahan minyak ini,” katanya.
Tidak hanya ikan, beberapa biota laut lain diduga terdampak pencemaran akibat tumpahan minyak mentah tersebut.
Masyarakat semakin khawatir atas keberlangsungan ekosistem laut di Gili Iyang.
”Kepiting dan kerang juga ada yang mati. Setahu saya minyak mentah memang sangat membahayakan bagi laut,” ujarnya.
Dia berharap segera ada tindakan nyata dari pihak terkait guna menangani tumpahan minyak tersebut.
Sebab, jika tidak ada penanganan serius, kerusakan ekosistem akan semakin parah dan berdampak panjang bagi kehidupan warga pesisir.
”Kami berharap ada upaya cepat membersihkan dan memulihkan laut agar bisa kembali seperti semula,” harapnya.
Terpisah, Kepala Desa Banraas, Pulau Gili Iyang, Mathurrahman mengaku belum menerima laporan temuan ikan dan biota laut yang mati akibat tumpahan minyak tersebut.
Meski begitu, dia tidak menampik jika tumpahan minyak tersebut bisa berdampak serius pada biota laut.
”Belum ada laporan langsung soal ikan mati. Tapi secara logika, itu sangat mungkin terjadi karena ini sudah pencemaran,” ucapnya.
Menurutnya, minyak mentah yang tumpah ke laut berpotensi merusak lingkungan pesisir, apalagi sampai ke hutan bakau.
”Kalau minyak tumpah ini sampai ke area hutan bakau, katanya berbahaya dan bisa merusak ekosistem di sana,” paparnya.
Kapal tongkang yang mengangkut CPO dari Kalimantan Selatan menuju Gresik terdampar di perairan sisi utara Pulau Gili Iyang akibat cuaca buruk pada Kamis (22/1).
Kapal tongkang Indo Ocean Marine itu mengalami kebocoran setelah kandas di atas karang sehingga muatan minyak mentah sekitar 3.000 kiloliter itu tumpah ke laut.
Kepala Bagian Perekonomian, Energi, dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar menyampaikan, pihaknya akan mengambil langkah cepat.
Pihaknya akan berupaya melakukan penanganan awal untuk mengamankan dan mensterilkan area terdampak tumpahan minyak.
”Kami akan bergerak untuk mengamankan kondisi di lokasi. Setidaknya mencegah dampak semakin meluas,” ucapnya.
Pemkab Sumenep juga akan bersurat kepada pihak perusahaan atau pemilik kapal tongkang agar bertanggung jawab atas tumpahan minyak tersebut, terutama dalam proses penanganan dan pemulihan lingkungan.
”Kami akan menyurati pihak kapal agar ada tanggung jawab atas kejadian di Gili Iyang,” tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri