SUMENEP RadarMadura.id - SMAN 1 Bluto resmi meluncurkan program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) sebagai bagian dari implementasi kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dunia pendidikan dalam menyiapkan solusi atas tantangan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di masa depan.
Kepala SMAN 1 Bluto Drs Budi Hartono, M.Si, mengatakan, inovasi tersebut dirancang untuk memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Melalui program ini, sekolah berupaya menanamkan keterampilan praktis kepada peserta didik yang kelak dapat berkontribusi dalam mengatasi persoalan ketahanan pangan.
"SMAN 1 Bluto mendukung penuh program yang diluncurkan serentak di Jawa Timur ini," katanya.
Dalam kesempatan ini, SMAN 1 Bluto melakukan penanaman cabai, tomat, dan terong menggunakan polybag karena lahan tidak memungkinkan.
Selain itu, sekolah juga mengembangkan di bidang perikanan, komoditas yang dipilih ialah lele.
"Saya berharap, program yang di-launching bersama sekolah-sekolah lain di Jawa Timur ini dapat mencapai tujuan utamanya, yakni memberikan manfaat nyata, dan penghasilannya dapat membantu kegiatan sekolah," harapnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri