SUMENEP, RadarMadura.id – Keterbatasan anggaran kerap dijadikan alasan pemerintah tidak bisa mengakomudasi kebutuhan masyarakat.
Namun di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Sumenep (Pemkab) justru mengalokasikan dana hibah untuk lembaga vertikal.
Salah satunya, Polres Sumenep. Anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 3,2 miliar.
Lucunya, dana jumbo itu diproyeksikan untuk pembangunan dua gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan dikelola Polres Sumenep.
Kepala Bidang Penataan Pembangunan dan Gedung DPUTR Sumenep Indra Aprianto menyatakan, total dana hibah untuk pembangunan gedung SPPG yang akan dikelola polres adalah Rp. 3.239.686.476. Alokasi dana jumbo itu karena adanya usulan dari polres ke pemkab.
”Polres mengajukan proposal ke Pak Bupati, kemudian pak bupati mendelegasikan ke TAPAD, baru muncul anggarannya. Jadi, itu bukan usulan kami,” terangnya.
Dia menyebut pembangunan gedung SPPG yang akan dikelola Polres Sumenep belum sepenuhnya final. Karena informasinya anggaran itu akan dialokasikan untuk kegiatan lainnya.
”Otomatis kalau ada perubahan alokasi, pasti ke Pak Bupati dulu. Nanti, jika bupati menyetujui perubahannya mungkin akan melalui APBD Perubahan 2026,” ucapnya.
Hingga dana miliaran itu belum dilelang. Sebab, pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lantuk dari Bupati Sumenep terkait perubahan alokasi anggaran tersebut. ”Kalau dialihkan kami akan merencanakan kegiatannya kembali,” ucapnya.
Anggaran pembangunan gedung SSPG itu diproyeksikan did ua tempat. Yakni, di wilayah kecamatan ambunten dan Arjasa Kepulauan Kangean.
Anggaran pembangunan fisik gedung SPPG di Kecamatan Ambunten dianggaran Rp 1.666.136.989.
Sementara untuk alokasi anggaran untuk perencaannya Rp 80.316.500. Sedangkan untuk pemilihan jasa pengawasannya Rp 53.544.168. Sementara, untuk pembangunan gedung SPPG di Kecamatan Arjasa dianggarkan Rp 1.573.550.238.
Sedangkan untuk pemilihan jasa konsultan perencanaan Rp 75.853.335 dan pengawasan Rp 50.568.734.
APBD Pemkab Sumenep yang mengalir ke Koprs Bhayangkara bukan terjadi tahun ini saja. Pada 2025, Polres Sumenep dapat kucuran anggaran Rp 749 juta untuk pembangunan kantin.
Selain itu juga mendapat anggaran pembangunan gedung pelayanan satlantas Rp 1.299.999.808.
Namun Belakangan, gedung pelayanan satlantas yang dibangun tahun lalu rencananya akan dialihkan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
”Itu hibah dari Pemkab untuk Polres Sumenep, jadi terserah mereka mau dimanfaatkan seperti apa dan untuk apa,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti Setyoningtyas tidak dapat dimintai keterangan terkait hal tersebut. Saat dihubungi melalui nomor yang biasa digunakan tidak merespon. (tif/jup)
Editor : Amin Basiri