SUMENEP, RadarMadura.id – Warga Gili Genting, Sumenep, tak bisa menunggu lama. Mereka menuntut pemerintah daerah segera membangun jembatan ambruk di Desa Bringsang, Kecamatan Gili Genting. Sebab, hingga sekarang belum ada kepastian kapan jembatan tersebut akan diperbaiki.
Untuk sementara, masyarakat sekitar mengandalkan jembatan darurat berbahan kayu yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Sementara untuk kendaraan roda empat terpaksa harus memutar melalui jalur alternatif yang jaraknya cukup jauh.
Jika tidak segera diperbaiki, warga bakal menggalang dana untuk membangun jembatan secara swadaya.
Warga Gili Genting Alek menuturkan, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat empat desa di wilayah Gili Genting.
Menurutnya, apabila pemerintah tidak kunjung memberikan kepastian, maka pembangunan secara swadaya akan menjadi opsi terakhir untuk menjaga keselamatan dan kelancaran akses masyarakat.
”Kalau terus dibiarkan seperti ini, warga siap patungan membangun sendiri. Ini akses utama, tidak mungkin kami menunggu tanpa kepastian,” ucapnya.
Dia menyatakan, kondisi jembatan darurat sangat berisiko bagi warga, terutama saat air laut pasang. Letaknya yang berada di dekat pantai kerap membuat jembatan darurat tergenang air laut.
”Kalau pas air pasang, air laut sudah sampai ke badan jembatan. Warga yang lewat harus diawasi, ini sangat berbahaya,” katanya.
Sebelumnya, Dinas PUTR Sumenep menyampaikan bahwa pembangunan jembatan direncanakan tahun 2026 dengan sumber anggaran bantuan tidak terduga (BTT). Namun, hingga kini belum ada kepastian terkait jadwal pelaksanaannya.
”Untuk kepastiannya masih menunggu. Yang jelas tahun 2026, karena anggarannya nanti baru masuk ke kami,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Sumenep Slamet Supriyadi.
Sementara itu, Camat Gili Genting Abd. Said meminta warga bersabar dan menyampaikan bahwa proses pembangunan masih berada dalam tahapan administrasi di dinas PUTR. Menurutnya, dalam waktu dekat pasti akan dibangun.
”Informasi yang kami terima dari dinas PUTR masih proses, cuma belum tahu jadwal pastinya. Tapi menurut saya, tentu dalam waktu dekat, tidak akan sampai dua bulan,” ungkapnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri