Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Belasan Warga Tewas, Setahun 1.148 Warga Sumenep Terpapar Penyakit DBD

Amin Basiri • Senin, 12 Januari 2026 | 07:09 WIB
Ilustrasi gambar nyamuk
Ilustrasi gambar nyamuk

SUMENEP, RadarMadura.id – Jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Sumenep selama 2025 mencapai 1.159 orang.

Dari ribuan orang tersebut, 11 di antaranya meninggal dan 1.148 lainnya dinyatakan sembuh.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri mengatakan, ribuan kasus DBD tersebut ditangani 30 puskesmas.

Kasus terbanyak ditangani Puskesmas Kalianget sebanyak 132 penderita.

”Nyamuk di Kalianget lebih mudah berkembang biak karena di sana kan banyak tambak udang dan cekungan,” katanya.

Dijelaskan, usia penderita DBD di Sumenep rata-rata berkisar 25 tahun hingga 49 tahun.

”Pada kisaran usia itu, aktivitas warga cukup tinggi. Warga sering beraktivitas di luar. Itu yang menyebabkan mudah terdampak DBD,” ucapnya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mencegah DBD sejak awal.

Caranya dengan memberantas sarang nyamuk dengan metode menguras, menutup dan mendaur ulang (3M).

Selain itu, rutin kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar agar nyamuk tidak gampang berkembang biak.

”Jika sudah berdampak, segera ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan intensif,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin mengingatkan dinkes untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait penanganan DBD. Sehingga, penderita DBD tahun ini dapat berkurang.

”Apalagi (tahun lalu) sampai ada yang meninggal. Pemicunya apakah karena warga terlambat datang ke puskesmas atau kelalaian petugas kesehatan, itu harus dicek dan dievaluasi,” tegasnya.

Sami’oeddin juga minta puskesmas di Sumenep gencar melakukan sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan DBD. 

”Jika perlu, dinkes melalui puskesmas melakukan fogging ke desa-desa untuk mengurangi perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri
#dbd #penyakit #sumenep #demam berdarah