Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Serapan Tenaga Kerja dalam Gelaran Job Fair Tak Sampai Separo

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 7 Januari 2026 | 07:42 WIB
RAMAI: Ratusan pencari kerja saat mengikuti kegiatan job fair di Gedung Korpri Sumenep, Rabu (17/9/2025). (MOH. LATIF/JPRM)
RAMAI: Ratusan pencari kerja saat mengikuti kegiatan job fair di Gedung Korpri Sumenep, Rabu (17/9/2025). (MOH. LATIF/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Jumlah tenaga kerja yang terserap dari gelaran bursa kerja atau job fair yang digagas Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep kurang maksimal.

Dari 850 pendaftar, yang mendapatkan pekerjaan hanya 46 persen atau setara 392 orang.

Kepala Disnaker Sumenep Heru Santoso mengatakan, hingga saat ini masih terdapat sejumlah perusahaan yang belum melaporkan apakah menerima pekerja dari peserta job fair atau tidak.

”Perusahaan itu berasal dari luar kota,” katanya.

Menurutnya, kondisi itu akan menjadi salah satu bahan evaluasi bagi institusinya.

Sehingga, ke depan perusahaan tersebut bisa saja di-blacklist dari peserta job fair.

”Masih ada yang belum melapor ke kami,” tuturnya.

Heru menilai, serapan tenaga kerja saat ini diklaim cukup bagus. Sebab, sebagian besar warga masih memiliki pola pikir yang cenderung instan.

Tidak sedikit peserta job fair ketika sudah mendapatkan informasi mengenai besaran gaji dan lainnya memilih mundur.

”Mereka mendadak menyatakan tidak siap bekerja,” ucapnya.

Dijelaskan, institusinya hanya memfasilitasi para pencari kerja dengan perusahaan.

”Sejumlah perusahaan mengeluhkan sulitnya mencari pekerja. Sebab, warga pilih-pilih pekerjaan. Padahal, setiap orang itu harus merintis dari bawah. Yang paling penting memiliki inisiatif untuk merintis dari bawah,” jelasnya.

Baca Juga: Nilai Investasi Sumenep dari Sektor Migas Turun

Heru menyatakan, untuk memperluas peluang kerja, pihaknya tidak hanya mengandalkan job fair.

Tapi, juga mendorong perusahaan melakukan rekrutmen langsung di aula disnaker.

Cara tersebut dinilai efektif karena memudahkan pengawasan dan pencatatan jumlah pelamar dan pekerja yang diterima.

”Kita menginformasikan setiap lowongan kerja di Sumenep melalui media sosial disnaker. Proses rekrutmennya nanti di disnaker. Banyak yang sudah memanfaatkan peluang tersebut. Salah satunya, Alfamart dan Indomaret,” tandasnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi menilai, jika merujuk pada jumlah pendaftar job fair, seharusnya tenaga kerja yang terserap lebih dari separo.

Dia minta disnaker melakukan evaluasi agar permasalahan tersebut dapat dicarikan solusi. Sehingga, bisa diantisipasi dan disempurnakan pada pelaksanaan job fair tahun berikutnya.

”Harus ada evaluasi menyeluruh dari dinas teknis selaku penyelenggara. Sehingga, program yang bertujuan untuk meminimalisasi angka pengangguran dapat tercapai dengan optimal,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pola pikir #job fair #rekrutmen #disnaker #perusahaan #angka pengangguran #serapan tenaga kerja