SUMENEP, RadarMadura.id – Nilai investasi Sumenep tahun 2025 ditarget Rp 2,8 miliar.
Akan tetapi, target tersebut hanya mampu dicapai Rp 2.561.514.450.470. Pemicunya, nilai investasi dari sektor migas turun drastis.
Tahun 2024, nilai investasi dari sektor migas mencapai Rp 1.484.837.956.760. Akan tetapi, pada 2025 hanya mencapai Rp 698.894.605.949. Susut sekitar Rp 785.943.350.811.
Meski demikian, kinerja Pemkab Sumenep dalam mendongkrak nilai investasi membuahkan hasil.
Buktinya, nilai investasi tanpa migas tahun 2025 mencapai Rp 1.862.619.844.521. Artinya, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 1.261.904.610.954.
Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep Abd. Rahman Riadi mengatakan, capaian nilai investasi tahun 2025 diakui lebih rendah dibandingkan 2024.
Hal tersebut disebabkan labilnya peluang di sektor migas.
”Nilai investasi dari sektor migas di 2025 hanya sedikit. Bahkan, separo dari nilai tahun 2024,” katanya.
Rahman menegaskan, berkenaan dengan capaian nilai investasi nonmigas tahun 2025 justru meningkat drastis.
”Kalau capaian nonmigas pada 2025 cukup baik. Sumbernya dari sektor properti, UMKM, dan lainnya,” tegasnya.
Ditambahkan, capaian tersebut tentu tidak terlepas dari kebijakan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Salah satunya, dengan diterapkannya MPP Digital, Sumenep Investment Project Ready to Offer (Sipro), dan program inovatif lainnya.
”DPMPTSP juga memiliki program MPP mini di kecamatan. Juga kebijakan pemberian fasilitasi insentif dan kemudahan berusaha kepada para investor,” imbuh Rahman. (iqb/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti