SUMENEP, RadarMadura.id – Pemkab melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep menaikkan target kunjungan wisatawan tahun ini menjadi 1,9 juta orang.
Target tersebut ditetapkan setelah jumlah pelancong pada 2025 berkisar 1,7 juta orang.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan, mengatakan, target tersebut ditetapkan berdasarkan tren pertumbuhan kunjungan yang relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, jumlah wisatawan tercatat 1,7 juta orang.
”Kalau melihat data tahun lalu, kami tetapkan tahun ini naik menjadi 1,9 juta wisatawan,” katanya.
Dijelaskan, penetapan target tersebut juga didukung penuh kepala daerah melalui penyusunan kalender event yang lebih agresif dan terstruktur. Menurutnya, sepanjang 2026, bakal ada 110 agenda pariwisata yang digelar di berbagai titik.
Menurut Iksan, event tersebut tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga menjadi instrument branding daerah.
Mulai dari kegiatan budaya, olahraga, sampai hiburan rakyat. ”Semua event didesain untuk memperkuat citra Sumenep sebagai destinasi wisata,” ucapnya.
Ditambahkan, strategi masif melalui event tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi penambahan jumlah wisatawan.
Momentum libur tahun baru, menjadi pintu awal untuk melihat respons sektor pariwisata terhadap upaya branding yang telah dilakukan pemerintah.
”Libur awal tahun ini kami jadikan momentum awal untuk menggaet wisatawan ke Sumenep,” ujarnya.
Iksan mengungkapkan, kesiapan destinasi unggulan menyambut pelancong menjadi faktor penting dalam mengejar target tersebut.
Sejumlah objek wisata andalan seperti Pantai Lombang, Pantai Slopeng, hingga kawasan wisata religi Asta Tinggi diklaim masih menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun luar Sumenep.
Dia menyatakan, pemerintah tidak hanya mengandalkan deretan event, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana di tempat wisata.
”Hal ini untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Sumenep sebagai daerah tujuan wisata di Madura,” imbuhnya.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin meminta pemkab untuk memperbaiki tata kelola pariwisata. ”Salah satunya dengan memperbaiki infrastruktur dan menambah fasilitas,” pintanya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri