SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep berkomitmen mengatasi persoalan stunting atau tengkes.
Di antaranya dengan memaksimalkan program pemberian makanan tambahan (PMT).
Utamanya melalui program Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi balita stunting.
Data Dinkes P2KB Sumenep, tercatat 750 balita mengalami stunting. Kasus tersebut tersebar di seluruh wilayah kecamatan daratan dan kepulauan.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep drg Ellya Fardasah melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Desy Febryana mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan kasus stunting.
Kami terus maksimalkan program PMT berupa susu PKMK khusus bagi balita stunting, katanya.
Dia menjelaskan, untuk penanganan awal, biasanya dilakukan pemberian diet khusus (PDK) selama 14 hari. Itu bertujuan memperbaiki status gizi sekaligus mengejar pertumbuhan balita. Khususnya pada indikator tinggi badan menurut usia.
”Setelah PDK selesai, intervensi dilanjutkan dengan PMT berbasis pangan lokal yang memiliki kandungan protein tinggi, ucap Desy.
Desy menambahkan, pihaknya juga melakukan berbagai upaya pencegahan.
Di antaranya melalui intervensi dini terhadap balita yang mengalami masalah gizi.
Ke depan, akan dimaksimalkan deteksi dini dan skrining rutin di posyandu.
”Penanganan stunting tidak bisa dilakukan dinas saja. Tapi, butuh dukungan lintas sektor. Mari kita bersama-sama ikut mencegah persoalan stunting ini, imbuhnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri