SUMENEP, RadarMadura.id - Serapan tenaga kerja pada program pelatihan yang digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep tidak optimal. Kondisi tersebut mendapat sorotan dari wakil rakyat.
Sekadar diketahui, anggaran program pelatihan itu berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 dengan total anggaran Rp 1,6 miliar.
Anggaran jumbo itu tidak hanya dialokasikan untuk pelatihan kerja, tetapi juga digunakan untuk pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi buruh pabrik rokok dan petani tembakau di Sumenep.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Masdawi, menekankan agar tidak hanya berhenti pada pelaksanaan program semata.
Dia meminta agar program yang dibiayai dari dana cukai itu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kesempatan kerja dan kemandirian usaha.
"Harus ada pendampingan dan evaluasi yang jelas, supaya hasil pelatihan terukur dan anggaran yang dikeluarkan tidak sia-sia," pintanya.
Kabid Pelatihan dan Produktivitas serta Hubungan Industri Disnaker Sumenep, Eko Ferryanto, menyatakan, seluruh pelatihan telah selesai direalisasikan. Dikatakan, terdapat 11 pelatihan yang digelar tahun ini.
"Terakhir dilaksanakan pada November, jenis pelatihannya seperti tata boga, rias pengantin, las listrik, menjahit, desain grafis, dan multimedia," terangnya.
Dijelaskan, setiap pelatihan diikuti oleh 16 peserta. Hal itu disebut telah sesuai dengan standar efektivitas pelatihan yang ditetapkan.
"Pemilihan materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, minat peserta, serta ketersediaan sarana dan infrastruktur," ulasnya.
Eko mengakui, bahwa serapan kerja dari peserta pelatihan relatif masih minim. "Untuk peserta tahap pertama, sudah ada yang bekerja. Itu juga sudah dimonitoring dan dievaluasi oleh provinsi," ungkapnya.
Sementara itu, untuk peserta pelatihan tahap dua masih belum dimonitoring. Disnaker beralasan karena pelatihan baru selesai digelar.
"Pelatihan terakhir kan dilakukan pada November, jadi masih belum dicek," ucapnya.
Meski begitu, dia berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap alumni pelatihan. Jika ada informasi lowongan pekerjaan, pihaknya akan menyampaikan kepada para peserta.
"Peserta pasti kami evaluasi," tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri