Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Monev Pelatihan Tahap Dua Belum Dilaksanakan

Amin Basiri • Kamis, 18 Desember 2025 | 20:30 WIB
MENJELASKAN: Kabid Pelatihan dan Produktivitas dan Hubungan Industrial Disnaker Sumenep Eko Ferryanto saat ditemui di ruangannya, Rabu (10/12).
MENJELASKAN: Kabid Pelatihan dan Produktivitas dan Hubungan Industrial Disnaker Sumenep Eko Ferryanto saat ditemui di ruangannya, Rabu (10/12).

SUMENEP, RadarMadura. Id - Sebelas pelatihan yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep sudah selesai. Namun, dinas belum melakukan monitoring dan evaluasi (monev). 

Kabid Pelatihan dan Produktivitas dan Hubungan Industrial Disnaker Sumenep Eko Ferryanto mengakui jika monev tahap dua belum dilaksanakan. Alasannya pelatihan baru selesai digelar November. 

Untuk tahap pertama dari provinsi langsung yang melakukan monev. (monev) tahap kedua masih belum karena (pelatihan) belum selesai, ujarnya kemarin (17/12). 

Eko berjanji akan terus memantau perkembangan peserta yang telah selesai mengikuti pelatihan. Pasti kami evaluasi perkembangan para peserta.

Semisal ada lowongan kerja yang berkaian dengan materi pelatihan yang diberikan, pasti kami informasikan melalui grup-grup yang kami sediakan, ucapnya

Dia menuturkan, sebelas pelatihan yang dilaksanakan di antaranya tata boga, rias pengantin, las listrik, menjahit, desain grafis dan multimedia.

Setiap jenis pelatihan diikuti 16 peserta. Jumlah peserta disesuaikan dengan standarisasi keberhasilan pelatihan

Pemilihan materi pelatihan juga disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan Masyarakat.

Kami juga menyesuaikan dengan ketersediaan sarana dan infrastruktur pelatihan, tuturnya. 

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi meningatkan jika kewajiban disnaker tidak hanya melaksanakan pelatihan.

Mereka juga harus memastikan para peserta mendapatkan pekerjaan sesuai dengan materi yang diberikan. 

Progresnya harus jelas, jangan sampai program itu hanya menghabiskan anggaran, tapi tidak ada hasilnya. Karena itu, para peserta harus tetap dipantau perkembangannya, pintanya. 

Untuk diketahui, Disnaker mendapatkan anggaran Rp 1,6 miliar dari DBHCHT di tahun ini.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk dua kegiatan. Yakni, untuk pelatihan kerja dan iuran BPJS ketenagakerjaan bagi buruh pabrik dan petani tembakau. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri