Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jumlah Penderita TBC di Kabupaten Sumenep Capai 2.378, Peringkat Kedua di Jawa Timur

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 18 Desember 2025 | 19:41 WIB
Ilustrasi TBC. (Radar Sidoarjo)
Ilustrasi TBC. (Radar Sidoarjo)

SUMENEP, RadarMadura.id – Jumlah penderita tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sumenep terus meningkat sepanjang 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, tercatat sebanyak 2.378 kasus TBC.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep Syamsuri mengatakan, data tersebut merupakan hasil temuan sejak Januari hingga awal Desember 2025. Menurutnya, tren kenaikan kasus TBC di Sumenep telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

”Pada 2023, jumlah penderita TBC tercatat 2.556 kasus, kemudian meningkat menjadi 2.589 kasus pada 2024. Hingga akhir Oktober 2025 sudah ditemukan 2.294 kasus, dan hingga awal Desember bertambah menjadi 2.378 kasus,” terangnya Rabu (17/12).

Dengan jumlah tersebut, Sumenep menempati peringkat kedua sebagai daerah dengan jumlah penderita TBC terbanyak di Jawa Timur. Dari total kasus itu, mayoritas merupakan TBC sensitif obat (TB SO) sebanyak 2.358 kasus.

”Sementara untuk TBC resisten obat (TB RO) jumlahnya relatif kecil, yakni 20 kasus. Jadi total keseluruhan mencapai 2.378 kasus,” ujarnya.

Dari sisi capaian penemuan kasus, Syamsuri menyebutkan angkanya telah mencapai 89,5 persen. Adapun target penemuan penderita TBC positif pada 2025 ditetapkan sebanyak 2.958 kasus atau setara 90 persen dari estimasi kasus sebanyak 2.662 penderita.

Dia menambahkan, meningkatnya jumlah kasus yang ditemukan tidak terlepas dari peningkatan target penemuan penderita pada tahun ini. Pemerintah daerah, kata dia, terus memperkuat upaya deteksi dini dan pengobatan melalui program Temukan, Obati Sampai Sembuh TB (TOSS TB).

”Kami akan terus mengoptimalkan penemuan dan pengobatan agar penderita TBC benar-benar sembuh,” tandasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin meminta sosialisasi dan evaluasi terkait persebaran penyakit TBC terus ditingkatkan, terutama kepada seluruh elemen masyarakat. ”Penyakit ini cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara maksimal,” tegasnya. (tif/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Dinkes P2KB Sumenep #tbc #jawa timur #meningkat #TBC sensitif obat #TBC resisten obat #peringkat kedua #tuberkulosis