SUMENEP, RadarMadura.id - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Sumenep melakukan penelitian tentang persoalan banjir di kawasan perkotaan Sumenep.
DPRD Sumenep meminta agar hasil riset bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ditindaklanjuti untuk memitigasi potensi bencana alam.
Kepala Brida Sumenep Benny Irawan mengatakan, ada beberapa faktor yang ditemukan dari hasil penelitan.
Di antaranya sistem drainase tidak memadai, perubahan tata guna lahan di DAS Sarokah dan area resapan air yang semakin berkurang.
Menurutnya, penelitian ini penting untuk merumuskan strategi penanganan terpadu dengan mengintegrasikan aspek hidrologi, geospasial, dan sosial.
Sehingga bisa mendukung Pemkab Sumenep dalam mencari solusi yang lebih adaptif serta berkelanjutan.
Benny menjelaskan, terdapat beberapa rekomendasi mitigasi yang bias dilakukan di kawasan perkotaan.
Yakni, mitigasi struktural meliputi normalisasi dan pelebaran saluran air, gerakan pembersihan drainase, pembangunan sumur resapan dan biopori bersama dan peningkatan infrastruktur mikro perumahan.
Selain itu, upaya mitigasi non struktural yang meliputi pembentukan forum komunitas warga siaga banjir, edukasi lingkungan dan sosialisasi kesiapsiagaan, aksi pembersihan Sungai dan saluran, serta sistem peringatan dini berbasis komunitas.
Hasil penelitian ini cukup komprehensif, termasuk rekomendasi-rekomendasi kebijakannya, jelasnya.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep Wahyudi mengaku belum menerima laporan hasil penelitian yang dilakukan Brida Sumenep.
Dia berharap agar hasil penelitian itu didiskusikan di Komisi III.
”Kami akan memanggil semua dinas terkait. Saya menginginkan hasil riset ini segera diimplementasikan untuk dijadikan dasar acuan untuk membuat kebijakan serta menyusun program di PUTR dan dinas terkait lainnya termasuk DLH, tuturnya.
Dia tidak ingin dinas membuat program yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Artinya, program Pemkab Sumenep harus mengacu pada hasil penelitian. Sebab persoalan banjir di wilayah perkotaan menjadi problem.
Titik-titik banjir di Sumenep berada di areal perkotaan dan sekitarnya. Tetapi selama ini kan tidak ada perbaikan gorong-gorong dan irigasi di wilayah kota, tandasnya (tif/bil)
Editor : Amin Basiri