SUMENEP, RadarMadura.id - Tahun ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep memiliki beban pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 91 miliar
PAD yang terkumpul hingga sekarang mencapai Rp 94 miliar. Artinya, capaian PAD Sumenep melampaui target.
Kepala Bapenda Sumenep Faruq Hanafi mengatakan, target PAD pada ABPB murni mencapai Rp 87 miliar.
Pada APBD Perubahan target itu ditambah tiga miliar sehingga total target PAD tahun ini mencapai Rp 91 miliar.
Jadi, hingga hari ini kami sudah berhasil melebihi target (PAD), katanya kepada JPRM.
Dia menjelaskan, ada sejumlah sektor yang menyumbang PAD paling tinggi.
Di antaranya pajak hotel, sektor makanan dan minuman seperti catering. Selain itu, dari jasa penerangan jalan umum (PJU).
PKB dan BBNKB juga menyumbang PAD cukup tinggi di Sumenep.
Hanafi mengungkapkan, pembayaran pajak dan retrebusi yang menjadi sumber PAD dilakukan secara nontunai. Itu dilakukan untuk menekan potensi kebocoran seperti pungli.
Jadi, pelayanan non tunai baik melalui aplikasi maupun Qris cukup membantu kami untuk percepatan dan mempermudah para pembayar pajak, ungkapnya.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari meminta agar capaian tersebut dipertahankan di tahun-tahun mendatang. Dia juga meminta agar target PAD tahun depan dinaikkan.
Target itu disesesuaikan dengan potensi yang dimiliki. Jadi tahun depan harus dinaikkan targetnya, tegasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri