SUMENEP, RadarMadura.id– Jembatan ambruk yang menghubungkan Desa Bringsang dan Aenganyar, Kecamatan Gili Genting, menjadi perhatian legislatif.
Komisi III DPRD Sumenep sudah meninjau kerusakan jembatan tersebut.
Mereka mendesak eksekutif segera membangun jembatan sementara agar aktivitas warga tidak terhambat.
Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri mengatakan, pihaknya mendatangi dan mengecek jembatan yang ambruk tersebut.
Menurutnya, akses jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga setempat.
”Memang bukan jalan utama, tapi keberadaannya juga padat dilalui masyarakat, katanya.
Politikus PKB tersebut menyampaikan, kondisi jembatan memang sangat memprihatinkan.
Jembatan tersebut sudah berusia puluhan tahun sehingga sangat wajar ambruk karena termakan usia.
”Saya rasa pemerintah juga lengah melihat kondisi jembatan ini. Sebab sampai ambruk dan tidak terpantau kondisi sebelumnya seperti apa, tuturnya.
Muhri meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jembatan tersebut.
Baik secara permanen maupun menyiapkan jembatan alternatif. Tujuannya, agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Kami mendesak pemkab segera lakukan perbaikan, desaknya.
Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Salamet Supriyadi menyampaikan, pihaknya juga sudah turun ke lokasi untuk mengecek kondisi jembatan.
Dia juga sudah menghitung kebutuhan anggaran untuk perbaikan jembatan sementara maupun secara permanen.
”Sudah kita hitung, sekarang masih diajukan terkait kebutuhan anggarannya. Yang pasti akan disegerakan, janjinya.
Sebelumnya, akses warga Desa Bringsang dan Aenganyar, Kecamatan Gili Genting, terputus sejak Jumat (5/12).
Penyebabnya, jembatan yang dibangun tahun 1987 tersebut ambruk. Tahun pembangunan itu sesuai yang tertulis di prasasti. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri