SUMENEP, RadarMadura.id – BMT NU Jawa Timur diduga mengabaikan kesejahteraan karyawan. Di antaranya berencana memotong gaji.
Selain itu, tidak semua karyawan didaftarkan BPJS. Kabar ini dibeberkan sejumlah karyawan sehingga mereka memutuskan mengundurkan diri dari Perusahaan.
Namun, Direktur BMT NU Jawa Timur Masyudi Kanzillah membantah semua kabar tersebut. Dia menyatakan, instansinya sejak awal sudah mengikuti regulasi yang berlaku.
Bahkan, sebelum adanya BPJS, lembaganya sudah memberikan jaminan kesehatan dan kesejahteraan secara mandiri.
”Kita juga menyiapkan tunjangan kematian, pesangon, dan tunjangan purna tugas. Kita sudah memikirkan semua,” bantahnya, Senin (8/12).
Masyudi juga membantahkan jika akan memotong gaji karyawan. Dia menegaskan, tidak ada rencana pemotongan gaji.
”Gak ada itu, kita terbuka ke semua ada Surat Edarannya (SE)-nya semua. Berapa gaji pokonya, berapa tunjangannya,” tegasnya.
Tapi, dia membenarkan jika ada karyawan yang mengundurkan diri.
Menurutnya, sejauh ini hanya dua karyawan mundur dengan alasannya mau jaga toko di Jakarta dan Bali. Mereka sudah lama yang berhenti.
”Mereka alasannya mau jaga toko kelontong. Jadi, yang beredar itu tidak ada, bisa di cek ke semua cabang,” tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri